Borussia Dortmund akan bertandang ke markas Sabah FC di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, pada 20 Oktober 2026 dalam laga ketiga fase liga Liga Champions UEFA.
Tim tamu berusaha bangkit setelah gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir, sementara Sabah ingin memanfaatkan dukungan suporter.
Dortmund datang dengan bekal tiga poin dari dua laga awal dan menempati peringkat ke-18 klasemen fase liga.
Menurut laporan Goal, tim asuhan Niko Kovac kalah 0-1 dari Bodo/Glimt dan bermain imbang tanpa gol melawan Union Berlin di Bundesliga.
Kovac Tekankan Ketajaman dan Kecepatan Serangan
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, meminta para pemainnya memperbaiki kecepatan serangan, ketepatan penyelesaian, dan pelaksanaan pola permainan di sepertiga akhir lapangan.
Ia mengakui timnya belum mampu menerapkan strategi menyerang secara efektif dalam dua laga terakhir.
“Kami memiliki pola permainan untuk menciptakan ancaman di sepertiga akhir lapangan. Kami belum berhasil menerapkannya dalam dua pertandingan terakhir, itulah sebabnya kami belum mencetak gol,” ujar Kovac.
Menurut Kovac, ketajaman di depan gawang menjadi kebutuhan utama untuk mengembalikan Dortmund ke jalur kemenangan.
Ia meminta timnya mengeksekusi peluang dengan lebih cepat dan akurat ketika menghadapi Sabah.
“Jika ingin menang, kami harus mencetak gol. Kami harus menjalankan pola permainan itu,” ujar Kovac.
Pelatih tersebut juga menyoroti pentingnya meningkatkan intensitas serangan tanpa meremehkan lawan.
Dortmund harus menjalani tiga pertandingan tandang dalam tujuh hari, sehingga pengelolaan kebugaran pemain turut menjadi perhatian menjelang laga di Baku.
“Kami harus bermain jauh lebih cepat, lebih akurat, dan lebih sering melakukan penyelesaian akhir. Kami menganggap serius para lawan kami.
Kami harus tampil tajam,” ujar Kovac.
Bek Dortmund Daniel Svensson mengatakan dirinya mempelajari kekuatan tim lawan dan para pemain yang kemungkinan akan dihadapinya.
Persiapan tersebut dilakukan ketika Dortmund menghadapi perjalanan udara selama lima jam dan sejumlah persoalan ketersediaan pemain.
“Saya mempelajari seluruh tim dengan saksama, dan lebih mendalami para pemain yang kemungkinan akan saya hadapi,” ujar Svensson.
Ia menegaskan persiapannya tetap mengikuti pendekatan yang biasa diterapkan sebelum pertandingan.
“Saya akan mempersiapkan diri seperti untuk pertandingan-pertandingan lainnya dan siap menghadapi siapa pun yang bermain,” ujarnya.
Goal melaporkan adanya sejumlah pemain yang disebut absen karena cedera, termasuk Konstantinos Karetsas, Emre Can, dan Giannis Konstantelias.
Kovac juga menilai timnya membutuhkan tenaga segar untuk menghadapi jadwal padat.
Di sisi lain, Sabah datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Slavia Prague.
Pelatih Sabah, Valdas Dambrauskas, memperkirakan Dortmund akan tampil lebih berbahaya setelah melewati dua pertandingan tanpa gol.
Ia mengakui kualitas lawan, tetapi menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan tim yang diasuhnya.
“Itu bukan kabar baik bagi kami.
Anda benar ketika mengatakan bahwa mereka akan lebih fokus pada pertandingan besok dan melakukan segala yang mereka bisa untuk mencetak gol.
Namun, saya percaya kepada tim saya.
Borussia adalah salah satu klub terbesar di Jerman dan dunia. Mereka memiliki pelatih yang sangat bagus.
Kami memperkirakan pertandingan yang sangat sulit.
Setiap pertandingan di Liga Champions memberi kami pengalaman dan pelajaran. Besok kami juga akan belajar banyak.
Borussia juga merupakan tim yang melakukan tekanan pada tingkat sangat tinggi.
Kami menghadapi tantangan besar. Tidak ada pertandingan mudah di Liga Champions.
Saya sangat menantikan pertandingan besok,” ujar Dambrauskas dalam konferensi pers prapertandingan, seperti dilaporkan Operativ Media.
Dambrauskas juga membahas kesiapan pemain muda Khayal Aliyev.
Ia menyatakan pemain tersebut berpeluang tampil, tetapi keputusan susunan pemain akan ditentukan setelah sesi latihan terakhir.
“Saya yakin dia siap. Kami memiliki lebih dari 20 pemain dan semuanya siap bermain.
Kami akan mengambil keputusan mengenai susunan pemain setelah latihan hari ini,” ujar Dambrauskas.
Dukungan penonton di stadion menjadi salah satu aspek yang disoroti pelatih Sabah tersebut.
Ia menilai energi suporter dapat membantu timnya, sementara konsentrasi dan detail permainan akan menentukan pelaksanaan strategi di lapangan.
“Tentu saja, bermain di hadapan stadion yang penuh merupakan hal menyenangkan bagi kami. Para penggemar melakukan segala yang mereka bisa dan menyalurkan energi kepada kami.
Saya lebih tertarik pada penampilan tim saya.
Hal-hal kecil sangat penting. Yang utama adalah tetap fokus,” ujar Dambrauskas.