SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Ada paradoks menarik di TECNO Spark 50C: ia bisa dipakai menelepon tanpa sinyal sama sekali, tetapi jaringan selulernya justru masih 4G di saat kompetitor mulai ber-5G. Ditambah harga resmi Indonesianya yang belum diumumkan, ponsel ini perlu dibedah pelan-pelan sebelum masuk keranjang.
Senjata Utamanya: FreeLink 2.0
Lewat FreeLink 2.0, dua perangkat yang kompatibel bisa saling menelepon dan berkirim pesan tanpa jaringan seluler, dengan klaim jangkauan hingga sekitar 1,5 kilometer di kondisi optimal. Cocok untuk kegiatan luar ruang atau daerah bersinyal lemah. Namun ingat, ini komunikasi antarperangkat sejenis — bukan pengganti panggilan biasa — dan gedung serta pepohonan akan memangkas jangkauannya.
Layar dan Audio di Atas Rata-rata Kelasnya
Panelnya IPS LCD 6,78 inci HD+ dengan refresh rate 120 Hz: gerakannya mulus, resolusinya biasa saja. Speaker stereo dengan mode 300% Ultra Volume jadi nilai jual kedua, ditemani IR blaster untuk remote TV/AC dan paket fitur AI (Ask Ella, AI Writing, Hi Translate, AI Imaging, peredam bising panggilan).
Spek Harian yang Perlu Diverifikasi
Helio G81 dipasangkan dengan RAM fisik 4 GB — angka "12 GB" di materi promosi adalah gabungan RAM virtual, jangan terkecoh — dan penyimpanan hingga 256 GB. Kamera 13 MP + 8 MP, baterai 5.200 mAh yang sayangnya hanya diisi 15 W (pesaing sudah ada yang 45 W), serta Android 16/HiOS 16. Klaim IP68/IP69 dan ketahanan jatuh bersertifikat SGS terdengar meyakinkan, tetapi NFC dan detail spek bisa berbeda per wilayah.
Kesimpulannya: Spark 50C adalah ponsel harian berfitur unik — FreeLink, speaker stereo, IR blaster — dengan kompromi nyata di 5G, resolusi layar, dan kecepatan cas. Tunggu pengumuman harga dan spek resmi Indonesia, lalu bandingkan dengan rival sekelas sebelum memutuskan.