SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Curhatan seorang pedagang di Threads mendadak jadi perbincangan. Pemilik akun @kicks_klin mengaku gudang tempat ia menyimpan dagangannya didatangi sejumlah anggota polisi yang datang bersama seorang pengacara berinisial K. Menurut ceritanya, kunjungan itu terkait dugaan pelanggaran merek dagang: kemasan lem yang ia jual dinilai mirip dengan kemasan produk lain, walaupun mereknya tidak sama.
Mengaku Cuma Menjual, Bukan Memproduksi
Pemilik akun menekankan bahwa dirinya hanya reseller — lem itu ia dapatkan dari pemasok dan tidak ia produksi sendiri. Ia bercerita petugas memperlihatkan surat tugas saat datang, tetapi ia mengaku tidak diperlihatkan surat penggeledahan ataupun dokumen penyitaan. Ia juga mengaku sudah menerima undangan klarifikasi dari polisi dengan status saksi. Meski menyatakan siap kooperatif dan menghormati proses hukum, ia tak menyembunyikan rasa khawatirnya sebagai pedagang. Lewat unggahan itu ia berharap mendapat penjelasan soal posisi hukumnya, perlindungan, dan masukan dari pedagang lain, importir, hingga praktisi hukum — sambil menegaskan tidak berniat menyudutkan siapa pun.
Netizen Malah Bertanya-tanya soal Inisial K
Alih-alih berhenti pada persoalan kemasan, diskusi warganet justru melebar ke identitas sang pengacara. Muncul dugaan yang mengaitkannya dengan seorang pengacara terkenal dari Jawa Timur, tetapi itu murni spekulasi: hingga kini belum ada kepastian siapa pengacara berinisial K yang dimaksud, dan namanya tidak diungkap dalam unggahan maupun pemberitaan awal ini.
Statusnya Masih Sebatas Cerita di Medsos
Perlu dicatat, seluruh rangkaian peristiwa di atas bersumber dari satu unggahan pemilik akun. Belum ada pernyataan yang dilaporkan dari pengacara berinisial K, pemilik merek, ataupun pihak kepolisian dan instansi terkait, dan belum ada kabar gugatan atau proses pengadilan mengenai dugaan pelanggaran merek ini.
