SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Bentuknya seperti alat suntik mainan biasa, tetapi jarumnya tajam dan bisa menusuk kulit. Mainan suntikan berjarum itulah yang kini ramai diperingatkan orang tua dan dokter anak di media sosial, setelah beredar kabar mainan tersebut dijual ke anak-anak oleh pedagang mainan di depan sekolah.
Risiko yang Diperingatkan Dokter
Seorang dokter spesialis anak dengan akun Threads @dokter_levi membagikan poster edukasi soal bahaya mainan ini pada Kamis (22/10). Menurutnya, jarumnya dapat menyebabkan luka tusuk dan infeksi, bahkan membuka kemungkinan penularan penyakit melalui darah jika jarum bekas telah terkontaminasi. Ia juga melontarkan pertanyaan yang mengena: haruskah menunggu ada korban dulu baru ada tindakan? Ajakan menyebarkan informasi ini, katanya, dimaksudkan sebagai pencegahan agar pihak berwenang memberi perhatian — bukan untuk menimbulkan ketakutan.
Bagaimana Kabar Ini Menyebar
Rangkaian unggahan di Threads yang menggerakkan perhatian publik: video guru menyita mainan suntikan dari siswa yang diunggah @arigalangsa (Senin, 19/10), dengan keterangan anak-anak membelinya dari pedagang di depan sekolah; temuan serupa pada mainan milik keponakan yang dibagikan @dhantii_r97 (Selasa, 20/10), termasuk kekhawatiran soal penyalahgunaannya; serta pengakuan sejumlah orang tua di kolom komentar yang pernah menyita mainan sejenis, sebagian disertai permintaan agar Dinas Kesehatan dan polisi menindaklanjuti — termasuk temuan yang disebut di Jakarta Barat. Salah satu unggahan ditonton lebih dari 399 ribu kali. Pengunggah video juga berpesan agar pedagang lebih selektif dan tidak menawarkan mainan yang berpotensi membahayakan siswa.
Statusnya Saat Ini
Hingga kini belum ada laporan anak yang terluka oleh mainan ini, dan belum ada tanggapan resmi dari instansi mana pun mengenai peredarannya. Pesan yang bisa dipetik orang tua dan guru sederhana: periksa mainan anak tidak hanya dari bentuk dan keseruannya, tetapi juga dari bagian tajam dan risiko saat dimainkan, serta dampingi anak ketika bermain.