SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Kecurigaan warganet meledak lebih dulu sebelum faktanya jelas. Ketika pencarian kata "orangutan" di Instagram dan Threads tiba-tiba menampilkan peringatan "Protect wildlife on Instagram" — dan hasil pencarian baru muncul setelah mengetuk "See more results" — banyak pengguna Indonesia mengaitkannya dengan isu shadowban konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Kemkomdigi. Ada yang menuduh @komdigi menutupi dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Cuitan akun X @iPopBase tentang pembatasan ini pun viral, dibagikan ulang lebih dari 12 ribu kali. Pembatasannya sendiri diduga mulai terasa sejak Selasa, 20 Oktober 2026.
Faktanya: Filter Perlindungan Satwa sejak 2017
Mengacu pada laman kebijakan Meta, tidak ada hubungan antara pembatasan ini dan karhutla. Filter otomatis untuk kata kunci satwa dilindungi sudah berjalan sejak 2017, dibangun bersama WWF dan TRAFFIC untuk memerangi perdagangan ilegal dan eksploitasi satwa liar terancam punah — mulai dari jual beli satwa, eksploitasi selfie, sampai perburuan. Orangutan termasuk satwa terancam punah yang populasinya tertekan perburuan dan perdagangan ilegal, sehingga kata kuncinya masuk daftar yang disaring.
Yang Tetap Dipersoalkan
Yang dikritik aktivis dan kreator bukan alasannya, melainkan waktunya. Pembatasan ini mencuat justru saat karhutla melanda Kalimantan, dan menurut penilaian mereka filter otomatis bisa ikut menekan jangkauan konten edukasi serta konten darurat penyelamatan orangutan. Itu penilaian para aktivis — belum ada verifikasi independen, dan belum ada pula pernyataan resmi Kemkomdigi atau juru bicara Meta yang dikutip dalam polemik ini.