SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Satu unggahan bisa mengakhiri kontrak kerja. Itulah yang dilaporkan menimpa selebgram Irenna Kristyn: unggahannya yang menyindir aksi protes Greenpeace viral, dikecam publik, dan kerja samanya dengan agensi disebut berakhir.
Unggahan yang Memicu Badai
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Greenpeace menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, menuntut pemerintah menangani krisis iklim dan menurunkan biaya hidup lewat spanduk yang dibentangkan di Monumen Selamat Datang. Menanggapi aksi itu, Irenna mengunggah tulisan yang intinya menyindir: gaya hidupnya tinggi, jadi ia memilih bekerja keras ketimbang sekadar mengunggah ulang spanduk tuntutan penurunan biaya hidup — lengkap dengan emoji menjulurkan lidah, sebagaimana dilaporkan pemberitaan. Netizen menilai unggahan itu tidak berempati, dan gelombang kritik serta seruan boikot pun datang.
Dilaporkan Diputus Kontrak
Menurut laporan yang beredar, agensi yang menaunginya — Samudera Management (sumber yang sama juga menulisnya "Samudra Management") — mengakhiri kerja sama dengannya. Catatan pentingnya: hingga berita ini ditulis dari sumber tersebut, belum ada pernyataan resmi tertulis dari agensi yang dikutip, dan belum ada respons atau permintaan maaf dari Irenna yang dimuat.
Profil Singkat Irenna
Nama lengkapnya Irenna Kristyn Daiyanna, selebgram asal Yogyakarta yang berkecimpung di konten kecantikan, mode, dan gaya hidup. Ia dikenal lewat OOTD hijab modern yang simpel dan kasual, ulasan skincare dan produk kecantikan, serta konten kulineran. Ia juga menjalankan bisnis fesyen: Ranaette untuk fesyen muslimah dan Malory Kids untuk fesyen anak.
Konteks Aksinya
Aksi 20 Oktober itu sendiri berlangsung sejak pagi di Monumen Selamat Datang: aktivis membentangkan spanduk kuning bertuliskan tuntutan penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup, sebelum para aktivis turun dan spanduknya disita kepolisian di hari yang sama. Komentar Irenna terhadap aksi itulah yang kemudian berbalik menjadi krisis terbesar dalam kariernya sejauh ini.
