Istilah Burning Hall kerap berseliweran di kalangan pemain Point Blank (PB), mulai dari ajakan mabar sampai julukan "anak Burning Hall". Sebenarnya apa arti Burning Hall dan kenapa istilah ini begitu melekat di komunitas PB?
Secara harfiah, Burning Hall berarti aula atau ruangan yang terbakar, merujuk pada padanan kata dalam bahasa Inggris. Namun di dunia PB, Burning Hall bukan sekadar istilah bahasa gaul, melainkan nama salah satu map dalam game FPS legendaris tersebut.
Point Blank sendiri adalah game tembak-menembak yang populer sejak era warnet, mempertemukan dua kubu yakni Free Rebels dan CT-FORCE. Burning Hall menjadi salah satu arena pertarungan yang tersedia dalam mode Deathmatch dan Eliminate, sebagaimana tercantum di situs resmi PB Indonesia.
Map Favorit untuk Adu Refleks Jarak Dekat
Dalam panduan pengguna PB, Burning Hall tergolong map yang bersahabat untuk pemula. Meski begitu, map ini justru disukai pemain berpengalaman karena ritme permainannya yang cepat dan memaksa adu refleks serta ketepatan bidik dalam jarak dekat.
Map ini juga memiliki latar cerita tersendiri. Kisahnya bermula dari seorang jurnalis pro-Free Rebels yang artikelnya membuat CT-FORCE turun tangan menyelidiki rumah sang jurnalis, yang ternyata sudah dikuasai pihak Free Rebels.
Istilah yang Hidup di Komunitas
Dari nama map itulah lahir pemakaian khas di komunitas, seperti ajakan "Main Burning Hall, yuk!", sebutan "Anak Burning Hall" untuk pemain yang hafal betul seluk-beluk map-nya, ungkapan "Jago di Burning Hall", sampai nostalgia "Kangen Burning Hall".
Kehadiran map ini juga terus dihidupkan lewat event. Pada 24 sampai 30 Maret 2026 misalnya, ada Step Up Mode di Burning Hall, yakni mode permainan dengan pergantian senjata berdasarkan jumlah eliminasi yang dikumpulkan tim.
Jadi, Burning Hall pada dasarnya bukan slang rahasia di luar PB. Istilah ini lahir dan hidup di dalam komunitas Point Blank, berawal dari sebuah nama map yang terlanjur ikonik bagi para pemainnya.