Ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 diwarnai sorotan terhadap sejumlah pelari yang menerobos pagar pembatas. Salah satu yang paling jelas terekam kamera adalah pria berkaus oranye yang disebut bernama Mochamad Muldan Nurul Yakin.
Dalam rekaman yang beredar, beberapa pelari Half Marathon JRF 2026 diduga menolak dihentikan di titik COP dan mendorong panitia yang berjaga. Peristiwa itu membuat publik bertanya-tanya siapa sosok pelari yang terekam paling jelas tersebut.
Identifikasi terhadap pria berkaus oranye itu muncul dari unggahan Threads @budiyanto_j, termasuk materi yang dikaitkan dengan akun LinkedIn miliknya. Dari situlah nama Mochamad Muldan Nurul Yakin mencuat ke publik.
Profil Singkat: Senior Compliance Manager
Berdasarkan unggahan tersebut, pria itu disebut berprofesi sebagai senior manager, lebih spesifiknya Senior Compliance Manager. Ia juga disebut memiliki riwayat pendidikan di Universitas Padjadjaran, Jawa Barat.
Sebagai gambaran, Senior Compliance Manager adalah jabatan yang bertugas memastikan operasional bisnis — dalam konteks perbankan — berjalan patuh pada regulasi pemerintah, hukum yang berlaku, dan kebijakan internal perusahaan, guna menghindari sanksi hukum dan risiko finansial.
Tugasnya meliputi mengidentifikasi dan menilai potensi risiko, menyelidiki dugaan pelanggaran, serta menyusun laporan terkait. Posisi ini juga mengembangkan kebijakan dan budaya kepatuhan, seperti SOP dan pembaruannya, serta menggelar pelatihan dan sosialisasi berkala tentang integritas, kode etik, dan kepatuhan di lingkungan kerja.
Asal Daerah Belum Diketahui Pasti
Meski namanya sudah beredar, tidak banyak profil pria tersebut yang tersedia untuk publik. Daerah asalnya pun belum diketahui secara pasti — apakah dari Jawa Timur atau daerah lain di Indonesia.
Perlu dicatat, penerobosan pagar itu sendiri masih berstatus dugaan. Artikel sumber menyebut pria tersebut terekam menerobos pagar COP dan mengucapkan kata-kata kasar. Adapun identifikasi nama, pekerjaan, dan riwayat pendidikannya bersumber dari unggahan Threads dan materi LinkedIn yang dikutip, bukan hasil verifikasi independen.