Sejumlah kabar beredar mengenai penyebab meninggalnya Fathan Subchi, Anggota VI BPK RI periode 2024–2029, yang wafat di Moskow, Rusia, pada usia 56 tahun. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi terkait penyebab medis kepergiannya.
Fathan Subchi dikabarkan wafat pada 25 Oktober 2026 saat menjalankan tugas resmi di Moskow. Kabar duka tersebut turut disampaikan melalui akun Instagram DPP PKB.
Di tengah kabar duka itu, beredar informasi yang menyebut ada tiga kondisi kesehatan yang dikaitkan dengan wafatnya sang pejabat. Meski begitu, informasi ini perlu disikapi hati-hati karena tidak disertai keterangan dari pihak medis, keluarga, maupun BPK RI.
Tiga Kondisi yang Dikabarkan
Pertama, Fathan Subchi disebut memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisi itu dikabarkan melatarbelakangi tindakan operasi jantung darurat yang dijalaninya di Moskow, yang disebut sebagai prosedur DeBakey.
Kedua, beredar kabar mengenai kebocoran aorta atau diseksi aorta, yakni kondisi darurat ketika aorta bocor atau robek sehingga mengganggu aliran darah dan suplai oksigen ke tubuh.
Ketiga, kondisi terakhir yang dikabarkan adalah henti jantung, setelah tubuh dan jantungnya disebut terus melemah pasca operasi besar perbaikan aorta. Usia dan kelelahan akibat perjalanan jauh juga disebut-sebut memperburuk keadaannya.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Sekali lagi, ketiga kondisi di atas masih sebatas kabar yang beredar. Belum ada pernyataan resmi dari keluarga, rumah sakit, maupun BPK RI yang membenarkan penyebab medis meninggalnya Fathan Subchi.
Sebagai profil, Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P. lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 11 Februari 1970. Ia merupakan suami dari Rohyati dan ayah tiga anak, lulusan S1 Institut Agama Islam Al-Aqidah (2001) serta Magister Administrasi Publik.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi anggota DPR RI Fraksi PKB selama dua periode (2014–2019 dan 2019–2024), Wakil Sekjen DPP PKB 2015–2019, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan DPP PKB 2019–2024, Ketua Umum PB IKA-PMII 2025–2030, hingga Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2013–2014.
