Kabar duka dibagikan konten kreator asal Gorontalo, Wien Botutihe. Putri tercintanya, Ayra, telah berpulang, dan banyak warganet bertanya-tanya soal sakit yang diderita serta usia sang anak.
Pengumuman kepergian Ayra disampaikan langsung oleh Wien Botutihe melalui akun Facebook miliknya. Ia menuliskan bahwa dirinya sempat mengira momen itu bukan perjumpaan terakhir dengan sang putri.
Wien bercerita, ia berharap Ayra pulang dalam keadaan sehat. Ia bahkan sengaja membawa putrinya ke rumah sakit lain dengan harapan ada perubahan, namun perubahan yang datang justru kepergian Ayra untuk selamanya.
Ucapan Belasungkawa Membanjiri
Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi ucapan belasungkawa dari warganet, di antaranya dari Juanita Violeta, Margareta Hadju yang menyapa Wien dengan sebutan "ibu Wiwin", serta Fitranti Tw.
Sebelum kepergiannya, Wien diketahui kerap membagikan video momen dirinya membawa sang anak berobat ke rumah sakit.
Kronologi Sakit Versi Sang Ibu
Dari tulisan Wien sendiri, Ayra terdeteksi memiliki kadar kalium yang rendah. Awalnya, ia dikira hanya jatuh dari tempat tidur hingga tidak bisa berdiri, tetapi ternyata persoalannya adalah kalium yang rendah itu.
Dalam unggahannya, Wien menuliskan betapa cepatnya kondisi tersebut merenggut putrinya, serta keprihatinannya pada sang anak yang selama sakit tidak banyak mengeluh. Penjelasan ini merupakan penuturan pribadi sang ibu, bukan keterangan medis resmi mengenai penyebab kematian.
Putri Wien Botutihe dikabarkan berpulang pada usia 11 tahun. Dalam kata-kata Wien sendiri, ia hanya dititipi sang buah hati selama 11 tahun 2 bulan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan.
