PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalokasikan Rp34,9 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Tambang Emas Pani, Gorontalo, sepanjang kuartal III 2026.
Dana tersebut dipakai mengembangkan sumber daya emas melalui eksplorasi di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin 12/10/2026, eksplorasi dijalankan PT Gorontalo Sejahtera Mining dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera dengan dukungan PT Merdeka Teknik Servis.
Pengeboran dan Pemetaan Geologi
Perusahaan menuntaskan pengeboran eksplorasi diamond drilling sepanjang 9.219,4 meter.
Pengeboran itu meliputi Prospek Kolokoa, Prospek Lone Pine, dan area bawah pit utama.
Laporan perusahaan mencatat pengeboran permukaan mencapai 25 lubang dengan total kedalaman 8.531,4 meter.
Rinciannya, enam lubang di area Gunung Pani sepanjang 2.600,5 meter, 13 lubang di Prospek Kolokoa sepanjang 3.964,3 meter, serta enam lubang di Prospek Lone Pine sepanjang 1.966,6 meter.
Selain pengeboran, EMAS melakukan pemetaan geologi, pengambilan sampel permukaan, serta pencatatan dan analisis inti bor.
Analisis mencakup identifikasi mineralisasi dan alterasi batuan menggunakan metode X-ray fluorescence, ASD, laser-induced breakdown spectroscopy, dan inductively coupled plasma.
EMAS juga memperbarui model geologi yang mencakup litologi, alterasi, oksidasi, dan struktur batuan.
Pembaruan itu digunakan bersama hasil pengeboran terbaru, pemetaan geologi, dan sampel permukaan untuk mendukung perencanaan pit.
Pemilihan area eksplorasi didasarkan pada hasil kegiatan sebelumnya yang menunjukkan potensi mineralisasi serta kebutuhan memperdalam pemahaman kondisi geologi.
Setelah operasi pertambangan dimulai pada kuartal IV 2025, eksplorasi turut diarahkan ke area dekat pit.
Meski pengeboran kuartal III telah selesai, EMAS belum memperbarui estimasi sumber daya mineral pada periode tersebut.
Hasil pengeboran dan pemutakhiran model geologi masih menjadi bagian dari evaluasi potensi sumber daya Tambang Emas Pani.
