Dua warga Bogor menjadi korban penyerangan usai menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kedua korban, yakni MHR (21) dan MYP (18), mengikuti konvoi suporter Persib sepulang dari stadion. Menurut Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin, kedua korban ikut bersama teman-temannya dalam konvoi tersebut, meski tidak mengenakan atribut suporter Persib.
Peristiwa itu terjadi saat rombongan melintas di Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Di lokasi tersebut, kedua korban diadang oleh kelompok tidak dikenal yang mengenakan kaus putih. Korban yang panik kemudian terjatuh dari sepeda motor, lalu diserang dengan senjata tajam berupa golok dan celurit sehingga mengalami luka bacok.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam Dwi menjelaskan, MHR mengalami luka pada lutut kiri, sedangkan MYP mengalami luka pada bagian pinggang belakang. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pelaku Belum Teridentifikasi, Polisi Masih Menyelidiki
Hingga berita ini ditulis, identitas kelompok penyerang belum diketahui dan polisi masih melakukan penyelidikan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa euforia sepak bola tidak boleh berubah menjadi kekerasan, apalagi sampai melukai orang yang sekadar ikut dalam rombongan pulang dari stadion.
Perlu diluruskan pula kabar yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut ada korban tewas dalam peristiwa ini, namun keterangan polisi yang dikutip Kompas.com pada Senin 26 Oktober 2026 menyebut kedua korban mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit. Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi agar tidak menimbulkan keresahan.
Kasus ini juga menambah daftar panjang insiden yang melibatkan suporter sepak bola di Indonesia. Padahal, pertandingan Persib melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari sendiri berjalan sebagai tontonan olahraga, dan tidak seharusnya berujung pada penyerangan di jalanan sepulang dari stadion.
Polisi diharapkan segera mengungkap pelaku dan motif penyerangan ini. Sementara itu, para suporter diimbau menjaga ketertiban saat konvoi, menghindari provokasi, dan mengutamakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lain. Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan melukai.
