unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Begini Prosedur Wasit PSSI Hentikan Laga demi Keselamatan
News

Begini Prosedur Wasit PSSI Hentikan Laga demi Keselamatan

Wasit sepak bola berkoordinasi dengan ofisial pertandingan saat kericuhan suporter
Begini Prosedur Wasit PSSI Hentikan Laga demi Keselamatan
A A Ukuran Teks16px

Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa memaparkan prosedur penghentian pertandingan di tengah kericuhan antarsuporter yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Super League 2026-2027.

Menurut Ogawa, wasit tidak boleh gegabah namun juga tidak boleh abai ketika keselamatan orang di stadion terancam.

Penghentian laga, katanya, tidak dilakukan secara otomatis setiap kali terjadi gangguan.

Wasit perlu membaca situasi yang berlangsung, terutama bila ada ancaman langsung seperti pelemparan botol atau benda lain ke lapangan.

Koordinasi dengan ofisial dan petugas keamanan

Ogawa menegaskan bahwa kondisi berbahaya mengharuskan wasit menghentikan pertandingan.

Setelah itu, keputusan untuk melanjutkan laga atau tidak harus dibahas bersama komisaris pertandingan atau petugas keamanan.

"Tentu saja, kalau ada masalah keamanan yang sangat berbahaya, terkadang para suporter juga melempar botol atau benda lainnya," ujar Ogawa.

Ia menekankan bahwa penentuan kelanjutan pertandingan mesti mempertimbangkan kondisi keamanan yang sebenarnya.

Ketika keributan terjadi di tribun penonton, wasit menghadapi situasi berbeda karena belum tentu dapat melihat atau memahami langsung kejadian tersebut.

Karena itu, informasi dari ofisial pertandingan menjadi krusial agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di stadion.

"Kalau wasit tidak bisa mengenali situasinya, tidak ada kesempatan untuk menghentikan pertandingan," kata Ogawa.

Ofisial keempat, jelasnya, dapat menjadi penghubung untuk menyampaikan informasi kepada wasit apabila terjadi keadaan berbahaya di tribun.

Mekanisme ini memungkinkan wasit memperoleh informasi sebelum mengambil tindakan.

"Namun, jika ada situasi yang benar-benar berbahaya, wasit bisa mendapatkan informasi melalui ofisial keempat, kemudian pertandingan dihentikan," ujarnya.

Ogawa juga menyoroti pentingnya mengikuti arahan pihak yang bertanggung jawab atas keamanan stadion.

Penilaian komisaris pertandingan atau petugas keamanan menjadi pertimbangan penting dalam kondisi tersebut.

"Jika menerima informasi dari komisaris pertandingan atau petugas keamanan yang meminta ofisial keempat menyampaikan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan karena situasinya berbahaya, maka hal itu harus diperhatikan," tuturnya.

Menurut Ogawa, keselamatan seluruh pihak adalah pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pertandingan.

Koordinasi antara wasit, ofisial pertandingan, dan petugas keamanan diperlukan ketika gangguan berpotensi membahayakan orang-orang di stadion.

"Sebab, yang terpenting adalah keselamatan," ucap Ogawa.

Selain membahayakan penonton dan orang lain di stadion, bentrokan antarsuporter juga dapat mengganggu konsentrasi pemain.

Ogawa menilai keributan di tribun berpotensi memengaruhi kemampuan pemain untuk tetap fokus selama pertandingan berlangsung.

"Para suporter saling berkelahi. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana para pemain bisa fokus bermain?

Ini juga berbahaya," ujarnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru