unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Mansour Guyur Rp2,4 Triliun ke Man City di Tengah Kasus Finansial
Hiburan

Mansour Guyur Rp2,4 Triliun ke Man City di Tengah Kasus Finansial

Mansour Guyur Rp2,4 Triliun ke Man City di Tengah Kasus Finansial
Putusan Finansial Manchester City, Lampard dan Kompany Pilih Menunggu Banding
A A Ukuran Teks16px

Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dilaporkan menggelontorkan dana segar senilai 100 juta pound atau sekitar Rp2,4 triliun ke Manchester City, di tengah proses hukum terkait dugaan pelanggaran aturan finansial yang masih berjalan.

Kabar yang dikutip dari Mirror itu menyebut dana tersebut disalurkan lewat pembelian saham baru oleh Newton Investment and Development, perusahaan milik Mansour yang juga menjadi pemegang saham mayoritas City Football Group (CFG). Grup yang sama turut menaungi Girona, New York City FC, dan Palermo.

Suntikan dana ini muncul di saat yang sensitif. Pada September 2026, komisi independen Premier League menyatakan Manchester City terbukti atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial yang mencakup periode 2009 hingga 2018.

Banding Masih Berjalan, Sanksi Belum Diputuskan

City mengajukan banding pada awal Oktober 2026 dengan alasan adanya kesalahan material dalam hal hukum, prinsip, dan fakta. Hingga kini, sanksi yang mungkin dijatuhkan belum diputuskan, mulai dari denda, pengurangan poin, hingga sanksi olahraga lainnya.

CEO City Ferran Soriano disebut menyebut tuduhan utama dalam kasus ini tidak benar, yakni dugaan dana pemilik yang diam-diam dialirkan ke klub melalui sponsor Abu Dhabi. Pihak klub menyatakan akan menempuh banding dan jalur hukum lainnya.

Dana Segar dan Masa Depan Klub

Di tengah ketidakpastian hukum itu, suntikan dana dari Mansour dipandang sebagai penegasan dukungan pemilik terhadap klub. Namun, dampak jangka panjangnya tetap bergantung pada hasil banding yang sedang berjalan.

Kasus ini menjadi salah satu yang paling diawasi dalam sepak bola Inggris. Keputusan akhirnya bukan hanya akan memengaruhi Manchester City, tetapi juga preseden penegakan aturan finansial di Premier League.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru