Mayoritas pembalap MotoGP dilaporkan menolak rencana balapan di Qatar pada awal November 2026. Sikap itu mengemuka dalam sebuah rapat rahasia seluruh pembalap di sela Grand Prix Australia di Phillip Island, yang kemudian dibocorkan ke media.
Menurut laporan The Race yang dikutip sejumlah media, rapat tersebut digelar pada Kamis malam di Phillip Island. Dalam pertemuan itu, para pembalap disebut melakukan pemungutan suara soal apakah mereka siap membalap di Sirkuit Lusail, Qatar, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk dan peringatan perjalanan dari sejumlah pemerintah.
Hasilnya, sekitar dua pertiga peserta rapat disebut memilih tidak membalap di Qatar. Jurnalis MotoGP The Race, Simon Patterson, bahkan menyebut perbandingan suaranya 15-5 menentang keberangkatan ke Qatar. Angka itu masih berupa laporan dari sumber-sumber paddock, bukan pengumuman resmi dari penyelenggara.
Bezzecchi yang Membuka Cerita
Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, menjadi sosok yang membuka cerita rapat tersebut kepada media. Kepada GPOne, ia mengakui para pembalap memang berkumpul dan berdiskusi, meski ia menolak membeberkan isi pembicaraan.
Bezzecchi menyebut pertemuan itu berjalan sangat positif karena semua pembalap dinilai dewasa dalam menyampaikan pendapat tanpa saling menyerang. Namun ia juga jujur bahwa pertemuan itu lebih ditujukan untuk saling bertukar pikiran antarpembalap, dan ia tidak tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap keputusan penyelenggara.
Grand Prix Qatar sendiri semula dijadwalkan pada April 2026, namun dipindah ke 6-8 November menyusul pecahnya permusuhan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang juga mengganggu perjalanan paddock pulang dari seri pembuka di Thailand pada Maret lalu.
Dorna Bersikeras Balapan Tetap Jalan
Di sisi lain, Dorna selaku pemegang hak komersial MotoGP sejauh ini bersikeras balapan di Qatar tetap digelar sesuai rencana. Wakil CEO Dorna, Carlos Ezpeleta, menyatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat dan menempatkan keselamatan seluruh personel serta penonton sebagai prioritas utama, dengan rencana darurat yang disiapkan.
Sebuah laporan lanjutan pada 26 Oktober 2026 bahkan menyebut para pembalap telah mengirim surat pribadi ke tim-tim mereka melalui pengacara, yang menyatakan mereka tidak siap membalap di Qatar. Laporan itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh Dorna maupun tim-tim terkait, sehingga statusnya masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Terlepas dari itu, polemik ini menghidupkan kembali wacana pembentukan serikat pembalap MotoGP, menyusul tidak adanya wadah kolektif seperti Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) di Formula 1. Bagi para penggemar di Indonesia, kepastian soal seri Qatar akan sangat menentukan: apakah seri ke-20 musim ini benar-benar digelar di Lusail pada 6-8 November, atau justru menjadi seri yang batal karena penolakan dari dalam paddock sendiri.