SURABAYAINSIDE.com - Berat badan normal bukan jaminan perut rata. Ada orang yang indeks massa tubuhnya (IMT) masuk kategori normal, tetapi persentase lemak tubuhnya relatif tinggi dan massa ototnya rendah. Kondisi ini populer disebut skinny fat, dan salah satu tandanya adalah perut yang tampak buncit.
Lemak yang tersimpan di rongga perut dan membungkus organ dalam seperti hati dan usus dinamakan lemak viseral. Dalam jumlah berlebih, lemak ini dikaitkan dengan risiko gangguan metabolik yang lebih tinggi, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Kenapa Lemak Menumpuk di Perut?
Pertama, pola makan. Minuman manis, makanan tinggi kalori, dan karbohidrat olahan yang berlebihan membuat asupan energi melampaui kebutuhan tanpa terasa. Meski begitu, penyebabnya tidak sesederhana satu jenis makanan — keseimbangan energi, kualitas makanan, aktivitas, dan faktor biologis semuanya berperan.
Kedua, massa otot yang rendah. Tubuh dengan otot minim membuat lemak perut tampak lebih menonjol, padahal otot berperan dalam penggunaan energi. Penurunan otot terkait usia disebut sarcopenia, tetapi tidak semua orang bermassa otot rendah otomatis mengalaminya.
Ketiga, stres berkepanjangan. Tekanan yang lama dapat mengganggu tidur dan nafsu makan serta mendorong konsumsi makanan manis atau berlemak. Hormon kortisol memang berkaitan dengan metabolisme dan distribusi lemak, tetapi buncit tidak bisa langsung disimpulkan sebagai ulah kortisol.
Keempat, terlalu lama duduk. Gaya hidup minim gerak meningkatkan risiko penumpukan lemak dan menurunkan kebugaran; otot perut yang kurang terlatih juga dapat memengaruhi postur dan tampilan perut, walau bukan selalu penyebab utama.
Kelima, kurang tidur. Tidur yang tidak cukup memengaruhi hormon lapar dan kenyang serta menguras energi untuk beraktivitas. Anjuran untuk orang dewasa adalah sekitar tujuh hingga sembilan jam per malam dengan jadwal teratur.
Keenam, usia, hormon, dan genetik. Otot cenderung menyusut seiring usia bila tidak dilatih, perubahan hormon seperti pada masa menopause menggeser simpanan lemak ke perut, dan keturunan menentukan kecenderungan tubuh menyimpan lemak di bagian tertentu. Itulah sebabnya dua orang dengan berat dan tinggi sama bisa memiliki lingkar perut yang berbeda.
Fokusnya Bukan Menurunkan Berat
Karena berat badan sudah normal, yang perlu diperbaiki adalah komposisi tubuh. Lima langkah yang disarankan: latihan kekuatan yang ditingkatkan bertahap; memperbanyak protein dan serat — telur, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran, buah, dan biji-bijian utuh; memperbaiki pola tidur dan mengelola stres; mengurangi minuman manis dan membatasi alkohol; serta memantau lingkar perut dan kebugaran, bukan semata angka timbangan.
Satu catatan penting: perut yang membesar tiba-tiba, terasa nyeri, atau disertai keluhan lain sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis. Perut membuncit tidak selalu urusan lemak — gangguan pencernaan atau kondisi medis lain juga dapat menjadi penyebabnya.
