unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Pre Load Zelda Ocarina of Time Remake Dibuka, Exploit Switch 2 Picu Isu Bocoran
Hiburan

Pre Load Zelda Ocarina of Time Remake Dibuka, Exploit Switch 2 Picu Isu Bocoran

Ilustrasi game Zelda: Ocarina of Time Remake di Nintendo Switch 2
A A Ukuran Teks16px

Nintendo resmi membuka tahap pre-load untuk Zelda: Ocarina of Time Remake di Nintendo Switch 2.

Pemain yang sudah melakukan pre-order digital melalui eShop kini bisa mengunduh berkas game berukuran 24,54 GB lebih awal.

Langkah ini dilakukan sebelum tanggal rilis resmi pada 5 November mendatang.

Namun, antusiasme tersebut diwarnai kekhawatiran komunitas gamer terhadap potensi kebocoran data.

Pasalnya, beredar exploit jailbreak bernama ns2jb yang dikhawatirkan memicu data mining terhadap isi berkas game sebelum peluncuran.

Exploit ns2jb dan Risiko Data Mining

Bocornya data game mendahului tanggal rilis bukan hal baru di industri game.

Peretasan sistem Switch 2 baru-baru ini memicu unduhan ilegal untuk judul seperti Deltarune dan Mario Kart World.

Kini, target komunitas peretas tertuju pada berkas Zelda: Ocarina of Time Remake yang sudah tersimpan di sistem penyimpanan konsol.

Meskipun berkas utama masih terkunci enkripsi ketat hingga hari peluncuran, peretas tetap berpeluang membedah struktur folder dan nama berkas.

Tujuannya mengungkap rahasia tata letak dungeon baru.

Enkripsi game masih bertahan, dan kunci dekripsi utama baru akan disalurkan server Nintendo saat game resmi dibuka untuk umum.

Kendati game tidak bisa dimainkan utuh sebelum rilis, teknik data mining tetap berisiko mengungkap detail konten yang tidak tampil di trailer promosi.

Berkas aset dialog yang diperluas serta rancangan peta area yang dirombak dari versi klasik N64 berpotensi tersebar di forum-forum internet.

Celah ns2jb sendiri memanfaatkan kerentanan aplikasi SmileBASIC 4 pada sistem operasi konsol terdahulu.

Eksploitasi ini sebatas membuka akses file system dan belum menyentuh tingkat kernel mendalam yang memungkinkan eksekusi ROM bajakan secara penuh.

Alhasil, skenario game bisa dimainkan sebelum rilis tergolong sangat kecil.

Sebagai catatan, fenomena bocornya seri Zelda pernah terjadi pada Tears of the Kingdom.

Kala itu, game tersebut bocor lebih dari 10 hari sebelum peluncuran akibat pengiriman fisik kartrij yang mendahului jadwal resmi.

Dukungan emulator PC yang matang saat itu mempercepat penyebaran salinan ilegal ke publik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru