France Football menyelidiki pola taruhan mencurigakan di sekitar Ballon d'Or 2026, setelah kemenangan Harry Kane atas Kylian Mbappe memicu kecurigaan.
Taruhan senilai 149.000 poundsterling, sekitar Rp3,6 miliar, di platform Polymarket menjadi sorotan. Polisi memeriksa 12 akun misterius yang dibuat sejak Oktober. Tujuh di antaranya diduga hanya bertaruh pada Ballon d'Or dan berhasil memprediksi urutan lima besar dengan tepat.
Temuan itu memunculkan kekhawatiran adanya kebocoran informasi atau manipulasi suara. Penyelidikan masih berjalan, dan belum ada kesimpulan final mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar penghargaan yang digelar di London tersebut.
Kejanggalan dalam daftar suara
Sejumlah anomali voting ikut dicatat. Seorang jurnalis Skotlandia menempatkan Kane di urutan pertama, Lamine Yamal kedua, dan Rodri ketiga, dengan nama-nama tak terduga seperti Fabian Ruiz, Erling Haaland, dan Dayot Upamecano masuk sepuluh besar.
Daftar pemilih Yunani bahkan melewatkan Mbappe dan Yamal, menempatkan William Pacho di peringkat ketiga dan Declan Rice di peringkat kesepuluh. Di sisi lain, dukungan untuk Kane terbilang luas: hanya perwakilan Meksiko dan Pantai Gading yang dilaporkan tidak menempatkannya di sepuluh besar. Rodri mengumpulkan sepuluh suara pertama, sementara Lionel Messi meraih enam suara pertama.