unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Apa Benar Anemia Aplastik Penyakit Langka? Simak Penyebab dan Gejalanya, Penyakit Autoimun yang Sebabkan Babe Cabita Meninggal Dunia
Lifestyle

Apa Benar Anemia Aplastik Penyakit Langka? Simak Penyebab dan Gejalanya, Penyakit Autoimun yang Sebabkan Babe Cabita Meninggal Dunia

Apa Benar Anemia Aplastik Penyakit Langka? Simak Penyebab dan Gejalanya, Penyakit Autoimun yang Sebabkan Babe Cabita Meninggal Dunia
Babe Cabita yang dikabarkan meinggal karena mengidap anemia aplastik. • (instagram)
A A Ukuran Teks16px

Apa Benar Anemia Aplastik Penyakit Langka? Simak Penyebab dan Gejalanya, Penyakit Autoimun yang Sebabkan Babe Cabita Meninggal Dunia

Apa Itu Anemia Aplastik? Penyakit Autoimun Langka yang Menggerogoti Komika Terkenal Babe Cabita Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia

Penyakit anemia aplastik kini menjadi topik yang tengah hangat diperbincangkan oleh netizen sejak kabar meninggalnya Babe Cabita tersebar luas, dilaporkan pada Selasa (9/4/2024), pukul 06.38 WIB, di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Babe Cabita, komedian asal Medan yang dikenal luas, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dalam perlawanannya melawan penyakit langka, yaitu anemia aplastik.

Penyakit ini telah menghantui almarhum sejak bulan Juni 2023. Awalnya, kondisi kesehatannya diduga terganggu oleh demam berdarah, yang ternyata merupakan akibat dari rendahnya trombosit dalam tubuhnya.

Kepergiannya mengagetkan banyak orang, namun kini ia telah menyelesaikan pertarungan panjangnya melawan penyakit langka ini, hanya berselang sehari menjelang perayaan Lebaran tahun 2024.

 

Namun, apakah sebenarnya anemia aplastik itu?

Anemia aplastik adalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan kekurangan darah karena sumsum tulang tak mampu memproduksi sel darah baru secara memadai.

Kelainan ini membuat tubuh sulit mendapatkan pasokan darah yang cukup, yang dapat mengancam kesehatan seseorang.

Tidak semua orang menyadari perbedaan antara anemia biasa dengan anemia aplastik.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami gejala khusus yang mengindikasikan keberadaan anemia aplastik.

Mari kita simak penjelasan lebih lanjut untuk memahami dengan lebih baik mengenai penyakit anemia aplastik.

Apa itu Anemia Aplastik?

Anemia aplastik adalah suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan kekurangan darah karena sumsum tulang gagal memproduksi jumlah sel darah yang cukup.

Gangguan ini melibatkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi trombosit, leukosit, dan eritrosit yang cukup secara bersamaan.

Meskipun jarang terjadi, namun anemia aplastik perlu diwaspadai karena dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia.

Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia.

Inherited aplastic anemia terjadi akibat kerusakan gen yang diwariskan dari orang tua, sedangkan acquired aplastic anemia dapat dialami oleh seseorang selama hidupnya, biasanya terkait dengan penyakit autoimun.

 

Penyebab Anemia Aplastik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, anemia aplastik dapat disebabkan oleh faktor genetik maupun kondisi kesehatan individu yang terjadi selama hidupnya.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan anemia aplastik antara lain:

- Penyakit autoimun, yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam sumsum tulang.
- Pengobatan radioterapi atau kemoterapi untuk kanker, yang dapat merusak sel-sel sehat dalam tubuh.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik tertentu dan obat untuk arthritis rheumatoid.
- Infeksi virus tertentu, seperti HIV, hepatitis, cytomegalovirus, Epstein-Barr, dan lain-lain.
- Paparan zat kimia berbahaya, seperti pestisida dan bahan kimia beracun lainnya.
- Kehamilan, karena bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel dalam sumsum tulang.

Gejala Anemia Aplastik

Anemia aplastik dapat memengaruhi fungsi setiap jenis sel darah, termasuk leukosit, trombosit, dan eritrosit.

Gejala yang muncul bisa bervariasi tergantung pada jenis sel darah yang terpengaruh.

Namun, beberapa gejala umum dari anemia aplastik meliputi:
- Demam.
- Kepala terasa pusing atau sakit.
- Tubuh terasa lemah dan lesu.
- Kulit terlihat pucat.
- Jantung berdetak kencang.
- Kesulitan bernapas.
- Mudah memar.
- Perdarahan, seperti mimisan.
- Rentan terhadap infeksi penyakit.

Dengan memahami lebih dalam mengenai anemia aplastik, diharapkan kita dapat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan yang satu ini, serta mampu melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat. ***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru