unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Suami Dwi Fatimah Yen? Dokter Wanita yang Dituduh Maling hingga Tabrak Tiang Listrik, Cek Profil Lengkap di Sini
News

Siapa Suami Dwi Fatimah Yen? Dokter Wanita yang Dituduh Maling hingga Tabrak Tiang Listrik, Cek Profil Lengkap di Sini

Siapa Suami Dwi Fatimah Yen? Dokter Wanita yang Dituduh Maling hingga Tabrak Tiang Listrik, Cek Profil Lengkap di Sini
ILUSTRASI Siapa Suami Dwi Fatimah Yen? Dokter Wanita yang Dituduh Maling hingga Tabrak Tiang Listrik, Cek Profil Lengkap di Sini
A A Ukuran Teks16px

Siapa Suami Dwi Fatimah Yen? Dokter Wanita yang Dituduh Maling hingga Tabrak Tiang Listrik, Cek Profil Lengkap di Sini

Siapa Dwi Fatimah Yen Viral Tiktok? Kronologi Kecelakaan Dokter Wanita Imbas Diteriaki Maling dan Diburu Polisi, Tabrak Tiang Listrik hingga Meninggal Dunia

Seorang dokter perempuan yang bernama Dwi Fatimahyen, berusia 29 tahun, telah kehilangan nyawanya dalam suatu kecelakaan yang tragis pada Jumat, 29 Maret 2024.

Kejadian ini menyedihkan terjadi sekitar pukul 23.53 WIB di Jalan Lintas Jambi-Riau, tepatnya di Sekernan, Muaro Jambi.

Peristiwa malang ini bermula ketika petugas kepolisian tengah melaksanakan patroli dan mengejar seseorang yang sebelumnya telah dikejar dan diteriaki oleh sekelompok warga, diduga karena tindakan mencurigakan yang dilakukan oleh korban.

Terbawa panik, korban mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi hingga menabrak sebuah tiang listrik dan menyebabkan kematiannya.

Kapolres Muaro Jambi, AKBP Wahyu Bram, dalam pernyataannya yang dilansir dari Instagram @txtdariviral pada Selasa, 2 April 2024, menjelaskan kronologis kecelakaan tersebut.

Awalnya, petugas yang sedang berpatroli melihat korban keluar dari arah Perumahan Pondok Cipta atau dekat kawasan Simpang SPN Polda Jambi, Desa Pondok Meja, Muaro Jambi, dan dikejar oleh sekelompok warga.

Lanjutan,

Wahyu menjelaskan bahwa korban melaju dengan kecepatan tinggi dan diteriaki sebagai pencuri oleh warga saat melewati jalan kampung. Bahkan, terlihat bahwa ada tiga motor yang mengejar korban sambil berteriak 'maling'.

Petugas polisi yang sedang melakukan penyekatan patroli kamtibmas melihat korban memasuki jalan raya dan memutuskan untuk ikut mengejar.

"(korban) melewati anggota yang sedang tugas sampai ada tiga motor yang mengejar. Satu sisi karena ngebut, tidak mungkin polisi membiarkan saja," jelasnya.

Dalam upaya pengejaran itu, polisi mencoba memberikan peringatan kepada korban untuk menghentikan laju kendaraannya.

"Dikejar oleh anggota pake sirine pakai mobil lalu lintas, diperingati pakai toa," tutur Wahyu.

Mereka menggunakan sirine dan toa, bahkan menembakkan tembakan peringatan, namun korban tidak mengindahkannya dan terus melaju dengan kecepatan tinggi.

"Bahkan (polisi mengeluarkan) tembakan peringatan, (korban tetap) juga tidak mau berhenti. Sehingga saat di jalan itu ya sudah berurusan dengan polisi," ujarnya.

"Saat mengejar mobil itu, yang motor tadi 2 motor sudah tidak ada. Tapi kita tetap kejar karena sudah membahayakan di jalan,"

Meskipun motor yang mengejar korban sudah berkurang menjadi dua, polisi tetap melakukan pengejaran karena dianggap membahayakan.

Lanjutan,

"Penyebab kecelakaan itu dia menghindari orang sehingga kecelakaan tunggal. Karena kecepatan tinggi, fatalitasnya tinggi. Kalau dilihat lepas kendali," ujar Wahyu.

Akhirnya, karena kecepatan yang tinggi, korban kehilangan kendali saat mencoba menghindari pengendara lain di jalan, yang mengakibatkan tabrakan fatal dengan tiang listrik dan bangunan ruko di lokasi kejadian.

Menyusul insiden tersebut, terdapat tuduhan palsu bahwa korban adalah seorang pencuri mobil. Namun, ini ternyata hanya informasi yang tidak benar atau hoaks.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru