Setelah pintu tertutup, Trian mencoba membantu Adila berdiri. Namun Adila ternyata sudah bisa bangkit.
Dengan gaya menggoda, Trian menyinggung Adila yang seakan memeluk patung dirinya, lalu menawarkan versi asli untuk dipeluk. “Mending peluk yang asli,” ucapnya.
Sementara itu, di rumah, Cahyadi memarahi Trian karena dianggap tidak lagi menghargai orang tua.
Herlina menambah situasi panas dengan menyebut Trian terlalu membela istrinya. Komentar itu membuat Trian sakit hati.
Adila kemudian memperhatikan luka pada tangan Trian dan membawanya ke bangku taman untuk mengobatinya. Rama yang ada di sekitar situ memperhatikan dengan diam. Ketika Trian berkata, “Ternyata begini ya rasanya diperhatiin sama istri sendiri…”, tatapan Rama langsung berubah, menahan kecemburuan.
Pencarian terhadap Lusi kembali dilakukan. Dari kejauhan, Adila melihat sosok Lusi di halte. Namun saat mereka menghampiri, Lusi memilih kabur sehingga ketiganya mengejar. Dalam kekacauan itu, Rama tiba-tiba memegang tangan Adila. Trian yang melihatnya langsung menepis tangan Rama dan menghardik karena merasa Rama tak seharusnya menyentuh istrinya.