Rilis penuh dokumen kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 30 Januari 2026 memicu perhatian luas publik internasional. Arsip yang dikenal sebagai Epstein Files itu berisi ribuan dokumen hasil pengumpulan informasi selama bertahun-tahun.
Epstein Files berkaitan dengan perkara pelecehan seksual dan dugaan pedofilia yang menyeret Jeffrey Epstein semasa hidupnya. Dalam berkas tersebut tercantum berbagai catatan mengenai relasi Epstein dengan tokoh politik, pengusaha, hingga figur publik dari sejumlah negara.
Sejumlah nama besar dunia tercatat dalam dokumen, mulai dari mantan presiden Amerika Serikat, anggota keluarga kerajaan Inggris, hingga pengusaha teknologi global. Kemunculan nama-nama itu kemudian memicu penelusuran lanjutan oleh publik.
Di Indonesia, warganet turut menyoroti kemungkinan adanya nama warga negara Indonesia yang tercantum dalam Epstein Files. Penelusuran dilakukan langsung melalui situs resmi Departemen Kehakiman AS.
Makna Kemunculan Nama dalam Epstein Files
Penting untuk dipahami bahwa tercantumnya sebuah nama di dalam dokumen Epstein tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak kejahatan seksual. Banyak dokumen berisi laporan sumber, catatan intelijen, serta klaim yang belum diverifikasi.
Departemen Kehakiman AS mencatat bahwa sebagian informasi dikumpulkan untuk keperluan pemetaan jaringan dan tidak selalu berujung pada penyelidikan hukum lanjutan.
Klaim soal Orang Indonesia dalam Dokumen
Salah satu berkas yang ramai dibahas adalah dokumen dengan kode EFTA00090314.pdf. Dalam laporan tersebut tercantum keterangan mengenai seorang miliarder asal Indonesia.
Dokumen itu memuat klaim bahwa sosok tersebut disebut pernah terlibat dalam pengembangan hotel milik Donald Trump serta membeli properti Trump di Beverly Hills dengan nilai yang dianggap tidak lazim. Informasi tersebut diberi penanda NFI atau not further investigated.
Laporan yang sama juga mencantumkan klaim sumber yang menyebut pernah berada di kediaman miliarder tersebut ketika Trump dikatakan menyampaikan rencana untuk menekan Amazon terkait kontrak militer. Klaim itu dicatat sebagai penilaian confidential human source.