Video Winda Can 7 Menit 45 Detik Jadi Perbincangan, Publik Diingatkan Soal Risiko Link Palsu
Ilustrasi video viral--
Perbincangan mengenai video yang dikaitkan dengan Winda Can kembali memadati linimasa media sosial. Rekaman yang disebut berdurasi 7 menit 45 detik itu menyebar dalam berbagai versi dan memicu rasa penasaran pengguna internet.
Nama Winda Sari Safitri langsung masuk daftar pencarian populer di TikTok, Facebook, hingga X. Banyak akun membagikan potongan video serta menawarkan tautan yang diklaim sebagai versi lengkap.
Dikenal Lewat Konten Sederhana
Sebelum isu ini mencuat, Winda Can dikenal sebagai penjual es jus mangga yang aktif membagikan aktivitas sehari-harinya.
Ia identik dengan penampilan sederhana, berkacamata, dan busana tertutup. Kontennya lebih banyak berisi kegiatan berjualan serta interaksi dengan pelanggan.
Citra tersebut membuatnya memiliki basis pengikut yang cukup loyal di media sosial.
Video Botol Parfum Picu Spekulasi
Kehebohan bermula dari beredarnya potongan video yang memperlihatkan dirinya berada di kamar mandi sambil memegang botol parfum.
Cuplikan tersebut beredar dengan durasi berbeda-beda, mulai dari potongan singkat hingga klaim versi penuh 7 menit 45 detik.
Perbedaan durasi dan konteks video memicu beragam spekulasi di kalangan warganet. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan latar belakang rekaman tersebut.
Lonjakan Pencarian dan Tautan Mencurigakan
Meningkatnya rasa ingin tahu publik membuat banyak orang memburu tautan video lengkap. Sejumlah akun anonim memanfaatkan situasi dengan membagikan link di kolom komentar maupun bio profil.
Namun, sebagian tautan dilaporkan mengarah ke situs penuh iklan agresif atau halaman yang meminta data pribadi pengguna.
Pentingnya Kehati-hatian
Pengguna internet disarankan tidak mudah tergiur dengan klaim akses eksklusif. Memeriksa kredibilitas sumber dan menghindari memasukkan data sensitif di situs yang tidak jelas menjadi langkah penting menjaga keamanan akun.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana potongan konten dapat berkembang menjadi isu besar dalam waktu singkat, terutama ketika belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Publik kini menantikan penjelasan agar spekulasi yang berkembang tidak semakin meluas.