Klarifikasi Owner Dea Star Meulaboh soal Video Viral Penggerebekan di Konter HP, Ini Faktanya

Klarifikasi Owner Dea Star Meulaboh soal Video Viral Penggerebekan di Konter HP, Ini Faktanya

klarifikasi dea star--

Video penggerebekan yang disebut terjadi di konter ponsel Dea Star Meulaboh, Aceh Barat, sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Rekaman tersebut memicu berbagai narasi yang menyebut adanya dugaan perbuatan mesum antara pemilik toko dan seorang karyawati di dalam konter yang telah tutup.



Namun kabar tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari pihak setempat.

Klarifikasi dari Ketua Pemuda Gampong

Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan, membantah informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan perbuatan asusila di dalam konter ponsel tersebut.

Menurutnya, narasi yang berkembang di berbagai platform tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.



"Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam toko. Namun faktanya saat kejadian di dalam toko terdapat lima orang, dan tiga orangnya merupakan keluarga," ujar Kamarzan dalam klarifikasi yang disampaikan bersama pemilik toko.

Masalah Disebut Sudah Selesai

Kamarzan menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB pada Jumat dini hari.

Ia menegaskan bahwa persoalan itu telah diselesaikan pada hari yang sama melalui musyawarah secara kekeluargaan.

Meski demikian, video yang beredar di media sosial memicu berbagai spekulasi yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

Pihak setempat menilai penyebaran informasi tersebut telah menimbulkan dampak negatif bagi warga Gampong Panggong maupun pemilik konter ponsel yang bersangkutan.

Imbauan Bijak Bermedia Sosial

Dalam keterangannya, Kamarzan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Ia mengimbau publik untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang berasal dari akun anonim atau sumber yang tidak jelas.

Pihaknya berharap masyarakat dapat bersikap bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, diharapkan publik memperoleh penjelasan yang lebih utuh terkait peristiwa yang sempat viral di media sosial itu.

Sumber:


BERITA TERKAIT

Berita Lainnya