unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Alami Keracunan Massal, Puluhan Warga Jember Dilarikan Ke Puskesmas: Takjil Gratis Diduga Jadi Dalangnya
News

Alami Keracunan Massal, Puluhan Warga Jember Dilarikan Ke Puskesmas: Takjil Gratis Diduga Jadi Dalangnya

Alami Keracunan Massal, Puluhan Warga Jember Dilarikan Ke Puskesmas: Takjil Gratis Diduga Jadi Dalangnya
ilustrasi sakit perut karena keracunan. • (freepik.com/benzoix)
A A Ukuran Teks16px

Alami Keracunan Massal, Puluhan Warga Jember Dilarikan Ke Puskesmas: Takjil Gratis Diduga Jadi Dalangnya

Warga desa mayang digegerkan dengan kejadian menggemparkan, takjil gratis membawa petaka.

Puluhan warga Jember dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi takjil gratis, mengakibatkan mereka mendapatkan perawatan di beberapa klinik kesehatan dan puskesmas di Jember.

Sebanyak 80 orang diduga mengalami gejala keracunan setelah memakan takjil tersebut.

Baca juga: Profil dan Biodata Tiktoker Amerika Jacob C, Viral Karena Rajin Balasi Komentar Netizen Indonesia: Lengkap Dengan Agama, Akun IG dan Profesi

Kejadian ini terjadi di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada hari Minggu, 31 Maret 2024.

Keterangan dari Hamid Dwi Suprianto, Kepala Puskesmas Mayang, menyatakan bahwa sekitar 80 orang telah menerima perawatan meskipun tidak semuanya di Puskesmas Mayang.

Mereka menunjukkan gejala keracunan seperti mual, sakit perut, dan muntah-muntah.

Ely Febrianto, Kepala Desa Mayang, membenarkan bahwa warga desanya membagikan takjil di sepanjang jalan raya Desa Mayang.

Sementara itu, Iptu Sugeng Romdoni, Kapolsek Mayang, telah menyelidiki pihak yang terlibat dalam pembagian takjil tersebut dan mengumpulkan tujuh orang yang diduga sebagai panitia.

Mereka dimintai keterangan terkait takjil yang dibagikan, yang jumlahnya sekitar 300 bungkus.

Baca juga: Tampang dan Profil SF Hariyanto, Pejabat Gubernur Riau yang Habiskan Dana APBD Hingga Rp612 Juta Untuk Hal Ini, Padahal Belum Genap Sebulan Menjabat: Lengkap Dengan Nilai Kekayaan 

Para korban keracunan, yang bukan hanya warga Desa Mayang, dilarikan ke beberapa klinik kesehatan dan puskesmas terdekat, seperti Puskemas Mayang, Klinik Purwoko, Klinik Harapan Sehat, Klinik Bakti Pratama, dan Puskesmas Pakusari.

Hingga Senin, 1 April 2024, dilaporkan sudah ada 80 orang yang mengalami gejala keracunan.

Petugas sedang melakukan proses pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan penyebab utama makanan takjil tersebut beracun. ***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru