Kronologi Video Viral Sejoli di Dimsum Solo, Upaya Hindari CCTV hingga Permintaan Maaf

Kronologi Video Viral Sejoli di Dimsum Solo, Upaya Hindari CCTV hingga Permintaan Maaf

Video--

Sebuah rekaman CCTV dari warung dimsum di kawasan Tipes, Solo, menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan aktivitas sepasang remaja yang memicu reaksi publik.

Kejadian berlangsung pada Kamis siang di salah satu outlet kuliner di Jalan Veteran, Kecamatan Serengan.

Berada di Lokasi Lebih dari Tiga Jam



Menurut keterangan pemilik usaha, pasangan tersebut datang sekitar pukul 11.30 WIB dan baru meninggalkan lokasi pada sore hari.

Selama itu, keduanya berada di lantai dua yang relatif sepi dari pengunjung, sehingga aktivitas mereka tidak langsung diketahui.

Awal Terungkap dari Kecurigaan Karyawan

Karyawan yang berjaga mulai mencurigai gerak-gerik pasangan tersebut di lantai atas.



Setelah mempertimbangkan situasi, karyawan akhirnya melaporkan hal itu kepada pemilik dan meminta pengecekan rekaman kamera pengawas.

CCTV Tetap Merekam Meski Sempat Digeser

Dari hasil pemeriksaan, terlihat pria dalam video sempat mencoba mengarahkan kamera ke posisi lain untuk menghindari sorotan.

Namun kamera dilengkapi sistem pelacak gerakan, sehingga kembali mengarah ke objek aktivitas di dalam ruangan.

Upaya tersebut tidak berhasil menutup rekaman, dan seluruh kejadian tetap terdokumentasi.

Pesan Satu Menu, Tidak Dikonsumsi

Selama berada di lokasi, pasangan itu hanya memesan satu menu makanan.

Makanan tersebut tidak dimakan, sehingga memunculkan dugaan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menikmati hidangan.

Permintaan Maaf Setelah Video Menyebar

Setelah video viral, pihak yang diduga terlibat menghubungi pemilik usaha melalui pesan langsung.

Pemilik menyebut permintaan maaf tersebut lebih berkaitan dengan penyebaran video, bukan atas tindakan yang dilakukan.

Kekhawatiran terhadap Citra Usaha

Pemilik menyatakan tidak mengalami kerugian secara materi. Namun, ia khawatir kejadian tersebut berdampak pada penilaian publik terhadap usahanya.

Ia berharap peristiwa ini tidak menimbulkan stigma negatif yang berkepanjangan bagi tempat usaha yang dijalankan.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya