Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal.
Pernyataan ini muncul setelah kunjungannya ke China, di mana Presiden Xi Jinping mendesaknya untuk menghentikan dukungan AS terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
>>> Pertemuan Trump-Xi: Kerja Sama Terjalin Meski Ada Ketegangan
Trump mengakhiri kunjungan kenegaraannya di China dengan klaim telah mencapai kesepakatan dagang yang "fantastis".
Namun, rincian kesepakatan tersebut masih samar dan tidak ada terobosan signifikan yang terlihat terkait perang dagang AS-China.
Dalam salah satu isu krusial bagi Presiden Xi, Trump menegaskan posisinya yang menentang deklarasi kemerdekaan oleh Taiwan.
Ia bahkan mempertanyakan alasan Amerika Serikat harus membela pulau itu jika terjadi serangan.
"Saya tidak ingin ada yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita seharusnya melakukan perjalanan 9.
500 mil..." ujar Trump, mengindikasikan kompleksitas dan jarak geografis yang jauh dalam hubungan AS dengan Taiwan.
Trump juga mengundang Presiden Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada bulan September.
Langkah ini menandakan kedua belah pihak kemungkinan akan mencari stabilitas dalam hubungan yang sering bergejolak antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Peringatan Trump terhadap kemerdekaan Taiwan mencerminkan kebijakan AS yang secara tradisional menganut prinsip "Satu China", meskipun AS tetap menjalin hubungan tidak resmi dengan Taipei dan menjual senjata untuk pertahanan.
>>> Pasar Mulai Perkirakan Kenaikan Suku Bunga The Fed Akhir Tahun
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bertekad untuk menyatukannya kembali dengan daratan, jika perlu dengan paksa.
Namun, Taiwan, yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri, menolak klaim kedaulatan Beijing.
Kunjungan Trump ke China berfokus pada isu-isu perdagangan dan defisit perdagangan AS yang besar dengan China. Trump telah berulang kali mengkritik praktik perdagangan China yang dianggapnya tidak adil.