Drama MBC 'Perfect Crown' kembali menghadapi kritik publik di Korea Selatan.
Kali ini, kontroversi menyangkut terminologi kerajaan, detail upacara, dan tuduhan distorsi sejarah.
>>> KPop Demon Hunters Gandeng Promotor Coachella, Siapkan Tur Global
Episode 11 yang tayang Jumat lalu menampilkan adegan dramatis di mana Seong Hee-joo (IU) mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan Pangeran Agung Ian (Byeon Woo-seok).
Namun, perbincangan netizen dengan cepat beralih dari romansa ke penggambaran ritual kerajaan.
Kritik Penggunaan Istilah 'Cheonse'
Satu adegan menuai kritik ketika pejabat kerajaan berteriak 'Cheonse' saat upacara penobatan.
Beberapa penonton berpendapat bahwa 'Cheonse' secara historis merujuk pada ungkapan yang digunakan negara upeti kepada kaisar.
Penggunaannya dalam monarki konstitusional abad ke-21 dinilai tidak tepat.
Kritik ini menambah daftar panjang kontroversi yang melanda drama tersebut.
>>> IU Hadiri Ulang Tahun dengan Donasi 300 Juta untuk Kelompok Miskin
Sebelumnya, 'Perfect Crown' juga dikritik karena penggambaran karakter dan alur sejarah yang dianggap menyimpang.
Meski demikian, drama ini tetap meraih rating tinggi sepanjang penayangannya.
Hanya tersisa satu episode lagi sebelum final.
Produser dan penulis naskah belum memberikan tanggapan resmi atas kritik terbaru ini.
Publik menantikan bagaimana tim produksi akan merespons atau mungkin mengklarifikasi melalui episode akhir.
Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya masyarakat Korea terhadap penggambaran sejarah di media.
>>> Dewa Kuno di Dunia Baru: Rekomendasi K-Folk Horror Usai Nonton 'Salmokji'
Terutama menyangkut simbol-simbol kerajaan yang masih memiliki makna kuat hingga kini.