unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Benarkah Pulau di Maluku jadi Tempat Ditemukannya Benteng Portugis? Dengan Luas 743 Km2 ini Ternyata Surganya Rempah-Rempah
News

Benarkah Pulau di Maluku jadi Tempat Ditemukannya Benteng Portugis? Dengan Luas 743 Km2 ini Ternyata Surganya Rempah-Rempah

Benarkah Pulau di Maluku jadi Tempat Ditemukannya Benteng Portugis? Dengan Luas 743 Km2 ini Ternyata Surganya Rempah-Rempah
pulau • 51581/pixabay
A A Ukuran Teks16px

Benarkah Pulau di Maluku jadi Tempat Ditemukannya Benteng Portugis? Dengan Luas 743 Km2 ini Ternyata Surganya Rempah-Rempah

Tak Terduga! Ada Pulau Tersembunyi di Maluku yang Penuh Cerita Sejarah!

Siapa sangka di tengah-tengah keindahan Maluku, terselip sebuah pulau tersembunyi seluas ratusan kilometer persegi?

Ternyata, pulau ini tak hanya memikat dengan pesona alamnya, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang mendalam.

Segalanya dimulai saat Portugis menginjakkan kakinya di tanah Maluku, yang pada waktu itu menjadi incaran untuk mencari rempah-rempah.

Mereka membangun sebuah benteng di pulau tak berpenghuni ini, yang kini menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah Maluku.

Luasnya mencapai sekitar 743 km2, pulau tersebut terletak pada lokasi yang sangat strategis.

Benteng yang didirikan oleh Portugis pada tahun 1575 telah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Maluku.

Menggunakan batu alam, batu kapur, dan batu bata, Portugis membangun benteng megah ini dengan sangat cermat.

Keberadaannya sangat vital karena benteng ini langsung menghadap ke dermaga, memungkinkan rempah-rempah untuk langsung diangkut ke kapal-kapal dagang.

Hal ini memudahkan perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke negara-negara Eropa.

Sejak berdirinya benteng, pulau tersebut menjadi magnet bagi pendatang baru yang berdatangan untuk tinggal di sana.

Bahkan, para pekerja benteng mulai membangun tempat tinggal hingga membentuk perkampungan yang dinamakan Soa.

Tak hanya itu, dekat benteng juga terdapat pasar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan, baik dari pedagang lokal maupun asing.

Namun, seperti kisah epik, bangunan megah ini tidak luput dari ujian. Gempa yang melanda pada waktu itu mengakibatkan kerusakan parah pada benteng, dan memerlukan perbaikan yang cukup signifikan.

Pada tahun 1605, benteng jatuh ke tangan Belanda, yang kemudian menjadikannya sebagai pusat pemerintahan dan militer VOC.

Bahkan hingga sekarang, jejak sejarah kejayaan VOC masih terlihat jelas dalam benteng ini, dengan temuan sisa-sisa meriam raksasa, lukisan, dan peta perkembangan benteng.

Benteng yang awalnya dibangun oleh Portugis ini akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Kota Ambon.

Sebagai bukti, tanggal pembangunannya pada 7 September 1575 menjadi dasar penetapan hari lahirnya Kota Ambon.

Hari itu, 7 September 2023, Kota Ambon merayakan usianya yang ke-448 tahun.

Benteng Victoria, saksi bisu dari berdirinya kota tersebut, tetap berdiri gagah di Desa Uritetu, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Selain pernah dikuasai oleh Portugis dan Belanda, benteng tersebut juga pernah menjadi rebutan Inggris.

Namun, takdir berkata lain, pada tahun 1817, benteng ini kembali ke pangkuan Belanda.

Pulau yang dulunya tak berpenghuni ini kini terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.

Pada masa Hindia Belanda, Pulau Ambon juga dikenal dengan nama Amboina.

Melalui cerita yang disampaikan oleh Benteng Victoria, kita tidak hanya diajak untuk menjelajahi sejarah, tetapi juga mengagumi keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Maluku.

Sungguh, sebuah kisah yang tak terlupakan dari pulau tersembunyi di timur Indonesia!

***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru