“Tantangan bagi kami bukan hanya pertukaran data tetapi juga infrastruktur internet karena semua sudah digitalisasi.
Tidak menutup kemungkinan di 42 kota tadi ada yang sudah bagus, ada yang masih belum,” ujarnya.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshori Yusuf mengatakan digitalisasi pada sistem perlindungan sosial diharapkan meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan.
Ia menyoroti sebagian penerima manfaat kesulitan mengakses bantuan akibat persoalan administrasi dan data kependudukan.
“Ada isu administrasi, ada isu kependudukan, nah dengan DPI ini bisa diminimalisasi,” kata Arief.
Integrasi data melalui digitalisasi dapat membantu meminimalkan kendala administrasi karena identitas kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga akan terhubung dalam satu platform.
>>> Kroasia Umumkan 26 Pemain untuk Piala Dunia 2026, Modric Cetak Sejarah
Dengan demikian, ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.