unique visitors counter
⌂ Beranda News DEN: Digitalisasi Perlinsos Bantu Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

DEN: Digitalisasi Perlinsos Bantu Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

DEN: Digitalisasi Perlinsos Bantu Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Ilustrasi digitalisasi perlindungan sosial
A A Ukuran Teks16px

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshori Yusuf menyatakan digitalisasi sistem perlindungan sosial (Perlinsos) dapat meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin (18/5/2026), ia menjelaskan bahwa sebagian penerima manfaat kesulitan mengakses bantuan sosial karena masalah administrasi dan data kependudukan.

>>> Progres Penataan Jalan Rasuna Said Sisi Timur Capai 60 Persen

IN2

Integrasi data melalui digitalisasi, menurut Arief, dapat meminimalkan kendala tersebut. Identitas kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga akan terhubung dalam satu platform.

"Ada isu administrasi, ada isu kependudukan. Dengan DPI (Digital Public Infrastructure) ini bisa diminimalisasi," ujarnya.

Arief mengungkapkan masih ditemukan exclusion error pada sejumlah program bantuan sosial. Exclusion error adalah kondisi ketika masyarakat yang layak menerima bantuan belum mendapatkan akses.

in2

Pada program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP), tingkat exclusion error mencapai sekitar 70 persen.

Ia juga menyoroti inclusion error, yaitu penerima bantuan yang sebenarnya tidak lagi memenuhi kriteria namun masih menerima bantuan.

Misalnya pada program PIP dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tingkat inclusion error mencapai sekitar 40 persen.

Pembaruan data secara berkala menjadi penting agar bantuan sosial lebih tepat sasaran. Saat ini, sebagian data kesejahteraan masyarakat masih mengacu pada data yang belum diperbarui.

>>> Menlu Jepang Akui Kekhawatiran atas Efektivitas PBB di Tengah Krisis Global

Data tersebut belum mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya. Menurut Arief, kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.

"Di Indonesia itu kemiskinan hari ini belum tentu miskin besok atau tidak miskin hari ini belum tentu tidak miskin besok," katanya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru