Keluarga korban tewas dalam pengeroyokan di sebuah tempat biliar di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, meminta pelaku dihukum berat.
Kakak korban, Mita, menyampaikan permintaan itu saat ditemui di Palmerah, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).
>>> Timwas Haji DPR Antisipasi Krisis Konsumsi dan Kepadatan di Armuzna
"Minta doanya aja supaya pelaku cepat ketemu, cepat semuanya dihukum seberat-beratnya," kata Mita.
Keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Grogol Petamburan. Saat ini kasusnya ditangani Polsek Tanjung Duren.
Kronologi Pengeroyokan
Peristiwa terjadi pada Minggu (10/5) dini hari di tempat biliar kawasan Grogol Petamburan.
Korban berinisial DM (28) sedang bermain biliar bersama pacarnya. Pacar korban terlibat cekcok dengan wanita lain, dan DM berusaha memisahkan.
Namun, ia malah dikeroyok sejumlah pria di lokasi. Berdasarkan keterangan, DM juga didorong dari lantai dua lalu kembali dikeroyok.
Akibatnya, korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat dirawat intensif dalam kondisi koma.
>>> Disney Mulai Produksi Serial "Moving" Musim 2
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (14/5) di RS Tarakan. Penyebab kematian adalah pendarahan di otak dan luka parah di dada.
Wajah para pelaku terekam jelas dalam CCTV yang beredar di media sosial saat menganiaya korban.
Keluarga juga mendesak pengelola tempat biliar memberikan penjelasan. Hingga kini, belum ada pihak pengelola yang datang menemui keluarga.
"Belum ada dari pihak pengelola yang datang atau menjelaskan kronologi kejadian versi mereka," ujar Mita.
Meski demikian, Mita mendapat informasi bahwa polisi sudah mendatangi lokasi tempat kejadian perkara.
Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Grogol Petamburan sejak korban masih dalam kondisi koma di RS Tarakan.
>>> Advokat RI dan Singapura Perkuat Kerja Sama Hukum Lintas Negara
Mita mengatakan, pihak keluarga berharap pengelola tempat biliar menunjukkan itikad baik dengan berbelasungkawa atau memberikan penjelasan terkait kejadian nahas itu.