Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) terus menggencarkan upaya pengurangan residu sampah dari sumbernya.
Langkah ini dilakukan melalui pemilahan sampah di berbagai tingkatan, mulai dari RW, sekolah, perkantoran, hingga pasar.
>>> Polisi Bekuk Sindikat Pencuri Aki Truk di Pelabuhan Tanjung Priok
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meninjau langsung kegiatan pemilahan sampah di Taman Gajah, Meruya Selatan, Senin.
Ia menegaskan bahwa semua entitas di wilayah Jakbar diharapkan sudah mulai melakukan pemilahan.
“Sumbernya bisa di permukiman, sekolah, kantor, taman, pasar dan sebagainya. Kita berharap semua entitas di wilayah itu sudah mulai melakukan pemilahan,” kata Iin.
Pemilahan Sampah Sesuai Instruksi Gubernur
Iin menjelaskan bahwa pengurangan sampah di sumbernya dilakukan berdasarkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Instruksi ini mewajibkan setiap pihak untuk mengurangi sampah mulai dari sumbernya.
Pemilahan sampah pada dasarnya memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah anorganik dapat ditabung atau diolah di Bank Sampah, sedangkan sampah organik seperti daun-daun diolah menjadi pupuk kompos.
“Sehingga sampah residu yang menjadi persoalan di tempat sampah akan sedikit,” ujar Iin.
Pemkot Jakbar siap menjalankan gerakan ini bersama masyarakat dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat melalui Satuan Pelaksana Sudin LH di masing-masing kecamatan.
>>> Studi: Kesehatan Mental Pemuda Australia Mulai Pulih Pasca-COVID
RW yang sudah menerapkan pemilahan diminta menjadi percontohan bagi RW lainnya.
“Melakukan pemilahan sampah dari sumbernya secara bersama,” imbuh Iin.
Tingginya Timbulan Sampah di Jakarta Barat
Jakarta Barat masih menghadapi tingginya timbulan sampah, yakni sekitar 807.966 ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang sudah dimanfaatkan kembali setiap tahunnya.
Salah satu faktor penumpukan sampah adalah pembatasan kuota pembuangan ke TPST Bantar Gebang, dari 308 truk menjadi 190 truk per hari.
Pembatasan ini imbas insiden longsor pada 8 Maret lalu di TPST terbesar di Asia Tenggara itu.
Akibatnya, pengangkutan sampah di sejumlah TPS wilayah Jakarta Barat terhambat. Sementara itu, produksi sampah masyarakat tidak berkurang, sehingga penumpukan sampah tak terhindarkan.
>>> Fermin Lopez Diprediksi Absen di Piala Dunia 2026 karena Cedera Kaki
Pemkot Jakbar pun melakukan berbagai upaya untuk mengurangi residu sampah yang diangkut ke pembuangan akhir, termasuk melalui pemilahan dari sumbernya.
