unique visitors counter
⌂ Beranda News Timwas Haji DPR Antisipasi Krisis Konsumsi dan Kepadatan di Armuzna

Timwas Haji DPR Antisipasi Krisis Konsumsi dan Kepadatan di Armuzna

Timwas Haji DPR Antisipasi Krisis Konsumsi dan Kepadatan di Armuzna
Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat konferensi pers
A A Ukuran Teks16px

Tim Pengawas Haji 2026 DPR RI mengambil langkah antisipasi terhadap potensi krisis distribusi konsumsi dan kepadatan jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada puncak haji 1447 Hijriah.

Ketua Timwas Haji 2026 DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan akan melakukan pengecekan ketat, terutama terkait pasokan makanan yang menjadi masalah pada tahun sebelumnya.

>>> Disney Mulai Produksi Serial "Moving" Musim 2

IN2

“Kami akan cek benar, terutama soal makanan yang tahun lalu menjadi masalah.

Jangan sampai terjadi lagi jamaah kelaparan seperti tahun sebelumnya,” kata Cucun di Madinah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026).

Cucun mengungkapkan bahwa Timwas sempat menemukan katering yang terindikasi basi. Vendor langsung menggantinya sebelum makanan didistribusikan kepada jamaah.

in2

“Ini yang kami harapkan, mitigasi dilakukan sebelum makanan diterima jamaah,” ucap dia.

Selain konsumsi, Timwas juga menyoroti potensi kepadatan saat pemberangkatan menuju Arafah. Proses mobilisasi jamaah diharapkan lebih tertib agar tidak menimbulkan penumpukan maupun kelelahan di lapangan.

Cucun meminta jamaah mengikuti instruksi ketua rombongan agar keberangkatan menuju Armuzna berjalan teratur.

“Jangan sampai jamaah turun duluan, lalu menunggu berjam-jam di bawah. Ini yang sangat penting untuk diantisipasi,” katanya.

Fase Armuzna merupakan titik paling krusial dalam rangkaian ibadah haji karena melibatkan jutaan jamaah dalam waktu bersamaan. Pengawasan akan diperketat pada aspek transportasi, konsumsi, dan keselamatan.

>>> Advokat RI dan Singapura Perkuat Kerja Sama Hukum Lintas Negara

Timwas Haji DPR RI juga meminta Daerah Kerja (Daker) Madinah mempertahankan standar pelayanan yang telah berjalan baik pada gelombang pertama.

“Kami berharap jangan ada penurunan pelayanan. Kalau bisa justru meningkat dibanding gelombang pertama,” ucap Cucun.

Ia mengapresiasi penempatan jamaah reguler pada hotel bintang lima di kawasan Markaziah, dekat Masjid Nabawi. Kebijakan itu dinilai sebagai bukti kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji.

“Ini baru sejarah di republik kita, jamaah reguler bisa diinapkan pada hotel-hotel bintang lima di kawasan Markaziah yang selama ini biasanya digunakan untuk jamaah haji khusus,” kata dia.

Timwas juga mencatat perbaikan dalam pola pelayanan yang lebih humanis dan responsif. Pendekatan pelayanan kepada jamaah lebih ramah dan mengedepankan kepedulian.

Menurut Cucun, peningkatan layanan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara benar-benar hadir melayani jamaah.

Cucun juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara petugas dan jamaah untuk menghindari penumpukan di titik-titik rawan.

>>> KPK Periksa 9 Saksi Kasus Korupsi Pemkab Tulungagung

Ia menekankan bahwa pengawasan akan diperketat, terutama pada aspek transportasi dan keselamatan jamaah selama di Armuzna.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru