Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Oman, di tengah upaya Iran yang mengaku hampir merampungkan kesepakatan dengan negara Teluk itu untuk mengelola pelayaran di Selat Hormuz.
Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai rencana transit kapal di Selat Hormuz, yang membentang di antara kedua negara.
>>> 13.859 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan HUT ke-81 RI di Jakarta
Keduanya kini tengah memfinalisasi detail untuk pernyataan bersama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada wartawan di Teheran bahwa 'kesepahaman telah dicapai mengenai peta rute transit'.
Ia tidak merinci lebih lanjut.
Detail yang sebelumnya muncul menunjukkan kesepakatan itu akan membuka kembali selat tersebut dengan kapal masuk melalui rute dekat Iran dan keluar melalui rute dekat Oman.
Kapal akan transit tanpa membayar biaya atau tol selama masa transisi.
AS telah mengupayakan kesepakatan yang dapat diterima untuk membuka selat sebelum mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Iran efektif menutup selat tersebut—yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia—setelah Israel dan AS menyerang negara itu pada 28 Februari.
Trump: AS akan bom Oman jika menghalangi
Trump mengatakan kepada reporter Fox News, Trey Yingst, bahwa AS akan membom Oman jika negara itu 'menghalangi', dengan menggunakan kata makian untuk penekanan.
Fox News tidak menyediakan audio wawancara tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Trump mengancam Oman.
Pada Mei lalu, ia mengatakan kepada wartawan saat rapat kabinet bahwa 'Oman akan bersikap seperti yang lain, atau kami harus meledakkan mereka'.
Trump juga mengatakan bahwa berakhirnya tenggat 60 hari untuk perundingan mengakhiri perang tidak relevan dan tidak ada batas waktu, kata Yingst.

