Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Langkah ini diambil untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat Islam.
>>> Polda Metro Jaya Tangkap Delapan Tersangka Begal yang Viral di Medsos
Pemeriksaan dilakukan di berbagai titik, termasuk pasar hewan dan tempat penampungan ternak. Tim dari dinas terkait turun langsung untuk memeriksa kondisi fisik hewan.
Pemeriksaan Meliputi Berbagai Aspek
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban mencakup beberapa aspek penting. Tim medis memeriksa tanda-tanda penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit lainnya.
Selain itu, hewan juga diperiksa kebersihan dan kecukupan gizinya. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan tanda khusus.
Pemerintah juga mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan yang baik. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit.
>>> Keluarga Korban Pengeroyokan di Jakbar Minta Pelaku Dihukum Berat
Antisipasi Penyebaran Penyakit
Langkah perketatan ini merupakan bagian dari antisipasi penyebaran penyakit hewan. PMK menjadi perhatian utama karena dapat menular dengan cepat.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan karantina hewan untuk mengawasi lalu lintas ternak. Setiap hewan yang masuk ke wilayah NTT harus memiliki surat keterangan sehat.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti saat memilih hewan kurban. Ciri-ciri hewan sehat antara lain mata cerah, bulu bersih, dan tidak ada luka.
>>> Timwas Haji DPR Antisipasi Krisis Konsumsi dan Kepadatan di Armuzna
Dengan pemeriksaan yang ketat, diharapkan hewan kurban di NTT aman untuk dikonsumsi. Idul Adha tahun ini diharapkan berjalan lancar dan penuh berkah.