Honda kembali memikirkan ulang strategi elektrifikasinya. Dalam pendekatan terbaru, pabrikan asal Jepang ini akan menempatkan teknologi hybrid di hampir semua modelnya.
Namun, ada perbedaan pendekatan yang jelas antara dua merek utamanya. Acura, lini premium Honda, akan mengambil jalur yang lebih terlistriksi dibandingkan dengan Honda sendiri.
>>> ABT Rilis Motor Pertama, Harganya Rp 250 Juta Lebih Mahal dari Basisnya
Hybrid Menjadi Tulang Punggung Honda
Honda berencana untuk memperluas penggunaan sistem hybrid ke seluruh jajaran produknya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berubah.
Dengan demikian, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan hemat bahan bakar dari Honda. Namun, pabrikan ini tetap berkomitmen untuk menyediakan mobil bermesin bensin yang terjangkau.
Honda tidak ingin sepenuhnya meninggalkan segmen kendaraan konvensional. Mereka akan terus menawarkan model-model bensin dengan harga yang kompetitif.
Strategi ini memungkinkan Honda untuk melayani berbagai segmen pasar. Mulai dari konsumen yang mencari efisiensi hybrid hingga mereka yang menginginkan mobil bensin sederhana.
Acura Lebih Agresif ke Elektrifikasi
Berbeda dengan Honda, Acura akan lebih fokus pada kendaraan hybrid dan listrik. Merek premium ini diproyeksikan memiliki lini produk yang lebih terlistriksi.
Acura tampaknya akan mengurangi ketergantungan pada mesin bensin murni. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Dengan strategi ini, Acura ingin memperkuat posisinya di segmen premium. Elektrifikasi dianggap sebagai cara untuk meningkatkan performa dan efisiensi.
Keputusan ini juga mencerminkan perbedaan target pasar antara Honda dan Acura. Konsumen Acura cenderung lebih terbuka terhadap teknologi baru dan kendaraan listrik.
Meskipun demikian, detail lebih lanjut mengenai model hybrid dan listrik Acura belum diumumkan. Namun, arah strategi ini sudah jelas: Acura akan menjadi merek yang lebih hijau.