PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat portofolio pembiayaan griya mencapai sekitar Rp60 triliun hingga Maret 2026.
Pencapaian ini didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kebutuhan hunian nasional.
>>> Tim Gabungan Polres Bangka Bekuk Pencuri 538 Balok Timah
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan pembiayaan griya menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan pembiayaan konsumer.
"Segmen griya merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan pembiayaan konsumer BSI.
Kami melihat kebutuhan hunian masyarakat masih sangat besar, khususnya untuk pembelian rumah pertama," ujar Erwan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan membaiknya daya beli dan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional.
Pembiayaan griya BSI didukung oleh berbagai keunggulan produk kompetitif, seperti angsuran tetap hingga akhir tenor, fasilitas free appraisal, dan special price pada developer rekanan terpilih.
Selain itu, terdapat pula hadiah BSI Emas serta berbagai program promo lainnya.
Perseroan juga terus mendukung program kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Hingga Maret 2026, portofolio FLPP BSI telah mencapai lebih dari Rp5,7 triliun.
Tren Positif Pembiayaan Rumah Pertama
BSI mencatat tren booking pembiayaan griya masih menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama untuk pembelian rumah pertama dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
>>> Korban Tewas Akibat Agresi Israel di Gaza Capai 72.769 Orang
Permintaan pembiayaan juga berasal dari kebutuhan take over, renovasi rumah, serta kebutuhan hunian lainnya.
Saat ini, BSI berada pada posisi enam besar bank penyalur pembiayaan perumahan nasional dengan kualitas pembiayaan yang sehat.
Perseroan optimistis sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan besar, seiring dukungan kebijakan pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah dan prospek konsumsi domestik yang membaik.