Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengakui adanya kekhawatiran terhadap efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menghadapi berbagai krisis internasional.
Pernyataan itu disampaikan Motegi dalam rapat komite di majelis tinggi parlemen Jepang pada Senin, 18 Mei 2026.
>>> Pom Minyak Goreng Hadir di Kota Malang, Warga Bisa Beli Mulai Rp2.000
Ia ditanya mengenai pendanaan PBB dan organisasi internasional, serta fungsi keamanan yang mereka dukung.
Kekhawatiran terhadap Dewan Keamanan PBB
Motegi menegaskan bahwa muncul pertanyaan apakah PBB memiliki kapasitas yang cukup untuk merespons tantangan global.
"Secara khusus terkait dengan Dewan Keamanan PBB, ada indikasi bahwa kemampuannya menurun dalam mencegah dan menyelesaikan konflik," ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan jumlah anggota PBB yang kini telah mencapai lebih dari 190 negara, sementara saat didirikan hanya melibatkan 51 negara.
Menurut Motegi, kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah Dewan Keamanan saat ini masih mencerminkan realitas komunitas internasional.
Suara-suara yang mempertanyakan representasi Dewan Keamanan semakin lantang terdengar.
Komitmen Jepang terhadap Reformasi PBB
Motegi menambahkan bahwa Tokyo akan terus mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB.
Jepang juga berkomitmen berpartisipasi dalam upaya memperkuat kerja sama multilateral.
Pernyataan ini mencerminkan posisi aktif Jepang dalam mendorong perubahan tata kelola global.
Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan, Jepang kerap menyuarakan pentingnya reformasi.
>>> KSP Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang Rampung Juni 2026
Kekhawatiran terhadap efektivitas PBB bukanlah hal baru, namun pernyataan resmi dari pejabat tinggi negara anggota tetap menjadi sorotan.
Motegi tidak merinci langkah konkret yang akan diambil, tetapi menegaskan komitmen diplomatik Jepang.
Diskusi di parlemen Jepang ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan tantangan global seperti perubahan iklim.
PBB sendiri telah menghadapi kritik atas keterbatasan dalam menangani konflik di berbagai kawasan.
Reformasi Dewan Keamanan menjadi isu yang sering dibahas dalam sidang Majelis Umum PBB.
Jepang bersama negara-negara lain seperti Jerman, India, dan Brasil terus mendorong perluasan kursi tetap Dewan Keamanan.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan karena perbedaan kepentingan di antara anggota tetap saat ini.
Pernyataan Motegi menegaskan kembali posisi Jepang yang konsisten dalam isu ini.
Dengan semakin kompleksnya tantangan global, efektivitas PBB menjadi pertanyaan besar bagi banyak negara.
Motegi mengakui bahwa kekhawatiran tersebut wajar dan perlu dijawab melalui reformasi.
>>> Stok Kambing dan Domba untuk Kurban di Banjarnegara Melimpah
Jepang akan terus menjadi bagian dari solusi dalam memperkuat multilateralisme.