Melalui sistem yang terdigitalisasi, masyarakat nantinya dapat mendaftarkan diri secara langsung melalui telepon seluler. Data yang dimasukkan akan diperbarui saat itu juga.
"Nanti kalau ada digitalisasi, orang itu kalau dia membutuhkan akan langsung daftar dengan HP-nya dan pada saat itu juga akan memasukkan data yang akan dipakai untuk menentukan desilnya," ujar Arief.
Ia menambahkan digitalisasi perlindungan sosial juga ditargetkan mengurangi potensi kesalahan penyaluran bantuan. Baik bagi masyarakat yang belum menerima bantuan maupun penerima yang kondisi ekonominya telah berubah.
"Kondisi-kondisi ini yang akan kita coba bukan hilangkan karena susah kalau dihilangkan sampai nol persen, tapi kita akan kurangi seminimal mungkin dengan DPI," kata dia.
Ia mengatakan pembaruan data secara berkala menjadi penting agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
>>> Pom Minyak Goreng Hadir di Kota Malang, Warga Bisa Beli Mulai Rp2.000
Saat ini, sebagian data kesejahteraan masyarakat masih mengacu pada data yang belum diperbarui sehingga belum mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.