Nestle Indonesia memperluas akses pengelolaan sampah rumah tangga dengan menempatkan waste station di jaringan minimarket. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat menyetor sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara menyatakan inisiatif ini mendorong peran aktif berbagai pihak.
>>> KPK Periksa Direktur P2 dan Eks Sesditjen Bea Cukai Terkait Aliran Uang
Industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat diharapkan bersama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Kolaborasi dengan Alfamart dan Rekosistem
Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan melalui kerja sama dengan Alfamart yang memiliki jaringan luas dan dekat dengan permukiman.
Lokasi awal mencakup Jakarta, Bandung, dan Bali.
Pengoperasian dilakukan oleh Rekosistem sebagai mitra pengelola sampah. Pengguna dapat mendaftar melalui pemindaian QR code, menyetorkan sampah, dan memperoleh poin berdasarkan jenis serta jumlah sampah.
Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucher belanja. Hal ini diharapkan memberikan insentif nyata bagi partisipasi masyarakat secara konsisten.
Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah konkret menghadirkan fasilitas yang mudah diakses.
Ia menambahkan, waste station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari dapat memberikan pengalaman baru bagi konsumen.
>>> Pemerintah Perluas Uji Coba Perlinsos Digital ke 42 Kabupaten/Kota
Dukungan terhadap Regulasi Lingkungan
Inisiatif ini sejalan dengan pilar Packaging Sustainability Nestlé, khususnya dalam mendorong perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat.
Program ini juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen Kementerian Lingkungan Hidup Ujang Solihin Sidik menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pengelolaan sampah secara holistik.
Hal ini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Peresmian waste station terbaru menambah total fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station menjadi 15 unit. Fasilitas tersebut tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Secara kumulatif, hingga awal 2026, Nestlé Indonesia Waste Station telah mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah.
Angka ini menunjukkan kontribusi nyata program terhadap pengurangan sampah di Indonesia.
>>> Kebakaran Gudang Plastik di Kapuk Jakbar Belum Padam Hingga Malam Hari
Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital yang terhubung, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku konsumen, sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam mendorong Rethinking Behaviour yang memastikan adanya perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat.