>>> Seri Baru Pokémon TCG Evolusi Mega Impian EX Rilis, Hadirkan Mega Dragonite
Sebagian menganggap sensor wajar dilakukan demi kepatuhan pada aturan lokal. Namun, yang lain merasa kecewa karena cerita menjadi tidak utuh dan kehilangan esensi aslinya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Toei Animation atau pemegang lisensi Dragon Ball di Arab Saudi mengenai perubahan ini.
Versi yang sudah disensor tetap beredar di platform streaming dan televisi lokal.
Fenomena sensor anime di berbagai negara sebenarnya sudah sering terjadi. Jepang sendiri kerap melakukan penyesuaian untuk pasar internasional, termasuk menghilangkan adegan kekerasan berlebihan atau konten dewasa.
Namun, kasus Dragon Ball versi Arab ini menjadi sorotan karena mengubah konsep fundamental yang sudah melekat kuat pada seri.
Kera Besar bukan sekadar transformasi biasa, melainkan simbol dari sifat liar dan kekuatan primitif Saiyan.
Dengan dihilangkannya elemen tersebut, sebagian penggemar merasa bahwa identitas Saiyan sebagai ras pejuang alien menjadi kurang greget.
Apalagi, transformasi ini juga menjadi dasar bagi bentuk lebih kuat seperti Super Saiyan 4 di seri Dragon Ball GT.
Meski demikian, versi Arab Dragon Ball tetap memiliki penggemar setia yang menikmati cerita tanpa elemen Kera Besar.
Bagi mereka, yang terpenting adalah pesan moral dan petualangan para karakter utama.
Ke depannya, mungkin akan ada lebih banyak penyesuaian serupa untuk anime populer lainnya di kawasan Timur Tengah.
>>> Deretan Adegan Naruto Paling Legendaris yang Masih Ikonik Hingga Sekarang
Hal ini menunjukkan bahwa industri hiburan harus terus beradaptasi dengan keragaman budaya dan regulasi di setiap negara.