Sensor ketat yang diterapkan pada tayangan Dragon Ball di negara-negara Arab mengubah total konsep ikonik Kera Besar Saiyan.
Transformasi yang menjadi ciri khas ras Saiyan ini mengalami perubahan signifikan dalam versi yang disiarkan di kawasan Timur Tengah.
>>> Solo Leveling: Penerbit Balas Dendam, Batoto Tutup Permanen
Alih-alih menampilkan sosok kera raksasa seperti dalam versi asli, pihak sensor menggantinya dengan bentuk lain yang lebih sesuai dengan norma setempat.
Perubahan ini membuat alur cerita menjadi berbeda dari versi originalnya.
Perubahan pada Transformasi Kera Besar
Dalam versi Arab, transformasi Kera Besar tidak lagi menampilkan wujud monyet raksasa. Adegan saat Goku atau Vegeta berubah menjadi Great Ape dihilangkan atau dimodifikasi.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa adegan tersebut diganti dengan kilatan cahaya atau efek visual lain. Akibatnya, makna penting dari transformasi itu dalam cerita menjadi hilang.
Kera Besar sendiri merupakan bentuk yang muncul saat Saiyan melihat bulan purnama.
Transformasi ini menjadi elemen kunci dalam beberapa arc penting, seperti saat pertarungan Goku melawan Vegeta di awal seri.
Dampak pada Alur Cerita
Perubahan ini berdampak langsung pada pemahaman penonton terhadap latar belakang Saiyan. Konsep bahwa Saiyan adalah ras pejuang yang bisa berubah menjadi kera raksasa menjadi tidak tersampaikan.
Beberapa adegan yang bergantung pada transformasi ini, seperti saat Gohan berubah menjadi Great Ape di masa kecilnya, juga ikut berubah.
Hal ini membuat momen emosional dan dramatis dalam cerita menjadi berkurang.
Sensor semacam ini bukanlah hal baru di industri hiburan Arab. Banyak anime dan film Barat yang mengalami penyesuaian konten agar sesuai dengan nilai dan norma budaya setempat.
Namun, perubahan pada Dragon Ball ini terbilang cukup ekstrem karena mengubah elemen inti dari karakter Saiyan. Para penggemar di kawasan tersebut pun bereaksi beragam terhadap keputusan ini.