unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Sutradara Perfect Crown Akui Lalai dan Menangis saat Klarifikasi Kontroversi Sejarah

Sutradara Perfect Crown Akui Lalai dan Menangis saat Klarifikasi Kontroversi Sejarah

Sutradara Perfect Crown Akui Lalai dan Menangis saat Klarifikasi Kontroversi Sejarah
Sutradara Park Joon-hwa menangis saat klarifikasi kontroversi Perfect Crown
A A Ukuran Teks16px

>>> Everland Berubah Jadi Festival Penggemar g.o.d. Rayakan 10.000 Hari Debut

Akibatnya, ia alpa merefleksikan eksistensi Kekaisaran Korea yang berdaulat sebagai jembatan masa depan yang bahagia.

Ketika didesak mengenai detail skrip, Park mengklarifikasi bahwa seruan "Cheonse" memang ditulis oleh penulis skenario pemula, Yoo Ji-won.

IN2

Namun, detail mahkota sembilan untaian tidak tertulis secara eksplisit dalam naskah.

Hal itu murni karena keterbatasan waktu produksi sekitar satu bulan untuk menyiapkan kostum dan properti seni.

Tim produksi cenderung mereplikasi properti dari proyek-proyek drama terdahulu yang memiliki adegan serupa.

in2

Permintaan Maaf Sebelumnya

Sebelum sutradara, tim produksi telah melayangkan permohonan maaf tertulis.

Surat permintaan maaf terbuka juga dikeluarkan oleh dua pemeran utama, IU dan Byeon Woo-seok, pada Senin (18/5).

Menurut keterangan sutradara, penulis naskah Yoo Ji-won juga berencana merilis pernyataan pribadinya secara terpisah dalam waktu dekat.

Park Joon-hwa menyayangkan kontroversi ini karena Perfect Crown mencetak rating di atas 13 persen.

Drama ini juga menjadi judul drama Korea global yang paling banyak ditonton di platform Disney+ dalam 28 hari pertama perilisannya.

Sementara itu, Park Joon-hwa yang sebelumnya dikenal lewat Alchemy of Souls dan Because This is My First Life menyatakan belum memiliki rencana mengambil proyek drama baru.

Park Joon-hwa menegaskan bahwa dirinya siap pasang badan dan menanggung seluruh konsekuensi dari kelalaian tersebut secara jantan.

>>> Daftar Artis Naik Haji 2026: Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa harus menghadapi dan meluruskan langsung berbagai kritik yang muncul ke permukaan akibat ketidakmampuannya dalam mengawal detail estetika produksi.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru