unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Yeon Sang-ho Tantang Era AI dengan Film Zombie 'Colony'

Yeon Sang-ho Tantang Era AI dengan Film Zombie 'Colony'

Yeon Sang-ho Tantang Era AI dengan Film Zombie 'Colony'
Poster film Colony karya Yeon Sang-ho
A A Ukuran Teks16px

Sutradara Yeon Sang-ho kembali dengan film zombie terbarunya berjudul 'Colony'. Film ini menjadi karya besar setelah kesuksesan 'The Ugly' tahun lalu.

Yeon dikenal sebagai sineas yang produktif. Ia telah menyutradarai berbagai genre sejak debutnya dengan film animasi 'The King of Pigs' pada 2011.

>>> 3 Game Online Paling Keren dan Ramai Dimainkan di Mei 2026, Wajib Dicoba Gamer!

IN2

Dalam 'Colony', Yeon menghadirkan zombie dengan gerakan yang sangat tersinkronisasi seperti tarian. Ini menjadi pembeda dari film zombie sebelumnya seperti 'Train to Busan' dan 'Peninsula'.

Film ini berkisah tentang seorang ahli biologi bernama Young-cheol yang melaporkan percobaan teror biologis di dalam sebuah gedung.

Sementara itu, ahli biologi lain, Se-jeong, datang ke gedung yang sama untuk presentasi pekerjaan bersama mantan suaminya, Gyu-seong.

in2

Ketika Se-jeong menyaksikan pertengkaran antara CEO perusahaan dan Young-cheol, tiba-tiba Young-cheol menusuk CEO dengan jarum suntik. CEO pun berubah menjadi zombie dalam sekejap.

Kekacauan segera melanda gedung saat orang-orang saling menginfeksi. Film ini kemudian menggambarkan perjuangan bertahan hidup para karakter yang mencoba melarikan diri dari kegilaan tersebut.

Kecerdasan Kolektif Zombie

Yang membuat 'Colony' berbeda dari film zombie lain adalah hubungan unik antara makhluk yang terinfeksi.

Zombi dalam film ini berbagi kemampuan kognitif melalui reaksi biologis, berevolusi menjadi satu entitas cerdas untuk memburu para penyintas.

Yeon menjelaskan bahwa ide zombie dengan kecerdasan kolektif ini muncul dari pengamatannya terhadap perkembangan teknologi AI. "Titik awal film ini adalah ketertarikan saya pada cara kerja AI.

>>> Sistem Akun Baru Roblox Rilis di Indonesia, Anak Lebih Aman

AI terasa seperti jumlah total pemikiran manusia yang sangat umum dan tergeneralisasi," ujarnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru