RRQ kembali gagal bersinar di MPL ID Season 17. Tim berjuluk Raja dari Segala Raja itu justru tampil loyo di pertandingan resmi.
Padahal, RRQ dikenal sangat dominan saat latihan atau scrim. Banyak pihak bertanya-tanya apa penyebab perbedaan performa ini.
>>> Cara Menghemat Langganan Bulanan Menggunakan AI
Salah satu faktor utama adalah tekanan mental. Bermain di panggung resmi MPL berbeda dengan scrim yang lebih santai.
Para pemain RRQ kerap mengalami gugup atau overthinking saat laga berlangsung. Akibatnya, eksekusi strategi menjadi tidak maksimal.
Selain itu, adaptasi meta yang lambat juga menjadi masalah. RRQ sering terlambat membaca perubahan patch atau hero meta terbaru.
Tim lawan sudah lebih dulu menguasai komposisi hero kuat, sementara RRQ masih mencoba-coba. Hal ini membuat mereka selalu tertinggal dalam draft pick.
Faktor internal tim juga ikut berpengaruh. Komunikasi antar pemain kerap tidak solid saat pertandingan berlangsung.
>>> BTS Pastikan Tampil Spesial di AMA 2026
Berbeda dengan scrim yang biasanya lebih terkoordinasi, di laga resmi sering terjadi miskomunikasi. Keputusan individu yang salah pun kerap muncul.
Konsistensi menjadi masalah besar bagi RRQ. Mereka bisa tampil gemilang di satu game, lalu hancur di game berikutnya.
Performa naik-turun ini membuat RRQ sulit membangun momentum positif. Lawan pun bisa dengan mudah membaca kelemahan mereka.
Dari sisi strategi, RRQ juga dinilai terlalu mudah ditebak. Lawan sudah hafal pola permainan dan rotasi yang biasa mereka lakukan.
Akibatnya, RRQ sering kalah dalam hal counter strategy. Mereka kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain lawan yang berbeda.
>>> Kepuasan Konsumen Samsung Ungguli Apple di AS, Efek AI?
Meski jago scrim, hasil di turnamen resmi tetap yang utama. RRQ perlu evaluasi total agar bisa tampil konsisten di MPL ID S18 nanti.