GGGI sendiri didirikan pada tahun 2010 sebagai organisasi antar pemerintah. GCF merupakan mekanisme pendanaan di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).
Kerja sama antara kedua lembaga ini dinilai strategis untuk mempercepat aksi iklim global. Pertemuan seperti ini penting untuk menyelaraskan kebijakan dan sumber daya.
Dengan digelarnya konferensi ini, diharapkan muncul komitmen baru dalam pendanaan iklim. Negara-negara berkembang sangat membutuhkan dukungan teknis dan finansial untuk transisi hijau.
Ban Ki-moon, yang juga mantan Sekretaris Jenderal PBB, memiliki pengalaman luas dalam diplomasi iklim. Kehadirannya memberikan bobot tersendiri bagi acara tersebut.
Kim Sang-hyup menekankan pentingnya kemitraan antara GGGI dan GCF. Menurutnya, sinergi kedua organisasi dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi lingkungan global.
Konferensi ini menjadi bukti nyata komitmen Korea Selatan dalam isu perubahan iklim. Negara ini terus berupaya menjadi pemimpin dalam pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Para peserta optimis bahwa hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan program konkret. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan rencana aksi ke dalam kebijakan nasional masing-masing negara.
>>> Busan Rayakan 150 Tahun Sejarah Maritim dengan Festival Budaya Global
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pernyataan bersama dari kedua organisasi. Semua pihak sepakat untuk terus berkolaborasi demi masa depan bumi yang lebih hijau.