Korea Selatan memperluas diplomasi budaya dengan meluncurkan inisiatif terpadu untuk memasarkan produk fesyen dan gaya hidup tradisional ke pasar internasional.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyambut suksesnya debut KDAY, festival gaya hidup komprehensif di Bangkok yang menarik lebih dari 6.000 pengunjung akhir pekan lalu.
>>> Seoul Gelar Program Berkebun dan Lansekap di Taman Kota
Acara dua hari yang digelar di Siam Paragon NEX Hall ini menandai pergeseran strategis pemerintah untuk menghubungkan ekspor komersial dengan estetika tradisional.
Hanbok Modern Jadi Pusat Perhatian
Bagian utama dari pameran adalah reinterpretasi kontemporer hanbok, pakaian tradisional Korea. Enam merek desain menampilkan peragaan busana dengan busana modern yang disesuaikan untuk pemakaian sehari-hari.
Untuk memperdalam keterlibatan regional, panitia mengundang Nichkhun, anggota grup K-pop 2PM asal Thailand, untuk memimpin acara bincang-bincang budaya dan sesi penggemar yang mengeksplorasi sejarah serta relevansi modern hanbok.
Pemilihan Thailand sebagai lokasi perdana didasarkan pada data pasar.
Survei Global Hallyu Trends 2025 menunjukkan responden Thailand memiliki tingkat pengalaman hanbok tertinggi di antara 28 negara yang disurvei, serta tingkat pembelian produk kecantikan dan makanan Korea yang hampir universal.
>>> Cuaca Panas? Ini Gerakan Indoor yang Bikin Tetap Bugar
Selain peragaan busana, kementerian menerjunkan 46 merek domestik di sektor fesyen, kosmetik, dan kuliner. Mereka mendirikan gerai ritel sementara dengan sistem pembayaran digital lokal untuk memudahkan akses konsumen.
Lokakarya interaktif memperkenalkan pengunjung pada aksesori yang terbuat dari kain tradisional dan teknik meracik teh khusus.
Setelah uji coba di Bangkok, otoritas budaya dan kota berencana mengekspor model ini ke Jepang, dengan edisi kedua dijadwalkan di Tokyo pada Oktober mendatang.
“KDAY memberikan wadah bagi warga global untuk merasakan spektrum penuh gaya hidup Korea, yang berlandaskan pada estetika fesyen yang terus berkembang,” kata seorang pejabat kementerian.
>>> Kombinasi Wisata Yeouido: Naik Balon SEOULDAL dan Hangang Bus
“Kami bermaksud menjadikan model lintas disiplin ini sebagai agenda tahunan dalam kalender budaya internasional.”