Chiki Fawzi akhirnya kembali ke Indonesia setelah berbulan-bulan menjalani misi kemanusiaan untuk Gaza. Perjalanan yang dilaluinya sangat berisiko, berpindah dari Barcelona hingga Turki.
Situasi memuncak ketika sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) bertugas di atas kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza.
>>> OnePlus Nord CE 6 Lite vs Poco M8: Perbandingan HP Murah Terbaik
Sementara itu, Chiki memantau pergerakan dari pusat komando di Istanbul.
Penahanan di Perairan Internasional
Chiki mengungkapkan ketegangan saat kapal-kapal tersebut dihadang paksa oleh militer Israel di perairan internasional. "Yang berlayar itu ada sembilan orang.
Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang," ungkapnya.
"Sembilan orang yang ada di atas kapal itu lah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelasnya merinci jumlah tim yang terlibat.
Melalui layar pantauan, Chiki menyaksikan langsung detik-detik interseptor militer melakukan penahanan terhadap rekan-rekannya. Kesaksian yang ia terima setelah para relawan dibebaskan menggambarkan intimidasi fisik yang brutal.
Menurut Chiki, perlakuan aparat sangat jauh dari batas kemanusiaan. "Sangat parah.
Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan.
Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus," tuturnya.
>>> Sinopsis Elysium, Bioskop Trans TV 26 Mei 2026
Meski berada di tengah pusaran konflik, Chiki menegaskan rasa takut terhadap represi manusia harus disingkirkan demi menyuarakan kebenaran bagi rakyat Palestina.
"Sejujurnya, aku lebih takut sama alam.
Di laut Mediterania itu kapalnya bisa miring banget sampai kita harus ikat diri pakai karabiner supaya enggak, tapi kalau sama militer, aku enggak takut.
Kita harus membebaskan pikiran kita dari rasa takut kepada Israel," pungkasnya.
Kepulangan perempuan berusia 37 tahun ini disambut emosional oleh keluarga, terutama sang ayah, Ikang Fawzi. "Ayah menjemput langsung.
Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'. Rasanya campur aduk banget saat itu," ungkap Chiki Fawzi.
Chiki mengaku bahwa ia menyaksikan langsung melalui layar pantauan bagaimana detik-detik interseptor militer melakukan penahanan terhadap rekan-rekannya.
>>> Vivo X500 Pro: Baterai 7000mAh, Kamera 200MP? Ini Faktanya
Kesaksian yang ia terima setelah para relawan dibebaskan menggambarkan betapa brutalnya intimidasi fisik yang dilakukan oleh pihak keamanan otoritas setempat selama masa penahanan berlangsung.