Xiaomi melaporkan penurunan pengiriman smartphone pada kuartal pertama 2026. Perusahaan asal China itu mengirimkan 33,8 juta unit, turun 19,2% dibandingkan Q1 2025.
Penurunan ini menjadi yang terbesar di antara lima produsen ponsel teratas global. Meski demikian, Xiaomi masih mempertahankan posisi ketiga di bawah Samsung dan Apple.
>>> Perbandingan Vivo X300 FE vs iQOO 15: Mana Flagship Terbaik?
Samsung dan Apple justru mencatat kenaikan pengiriman masing-masing 8,0% dan 9,9% secara tahunan. Sementara Oppo dan vivo juga mengalami penurunan, masing-masing 6,6% dan 6,7%.
Posisi Pasar Regional
Secara regional, Xiaomi menempati peringkat kedua di Amerika Latin. Di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, Xiaomi berada di posisi ketiga.
Di India, Xiaomi berada di peringkat keempat. Sementara di pasar domestik China, perusahaan menguasai pangsa 16% dan berada di posisi ketiga per akhir Maret.
Harga Jual Rata-rata Meningkat
Harga jual rata-rata (ASP) smartphone Xiaomi terus naik. Pada Q1 2026, ASP mencapai CNY 1.310, meningkat 8% dibandingkan Q1 tahun lalu.
Sebelumnya pada Q4 2025, ASP tercatat sebesar CNY 1.211. Kenaikan ini menunjukkan pergeseran ke produk yang lebih premium.
Di segmen wearable, Xiaomi tetap kuat.
>>> Caviar Rilis iPhone 17 Pro Max Emas 24 Karat Bertema Trump Seharga Rp170 Juta
Perusahaan menempati peringkat ketiga global untuk smart band dan kedua untuk TWS buds, baik secara global maupun di China.
Namun, di pasar tablet, Xiaomi turun ke peringkat kelima setelah pengiriman merosot 13,6%.
Huawei naik ke posisi ketiga dengan pertumbuhan 28,6%, dan Lenovo ke posisi keempat dengan kenaikan 20,0%.
Kinerja EV dan Keuangan
Di sektor kendaraan listrik, Xiaomi mengirimkan 80.856 unit EV pada Q1 2026. Seri Xiaomi YU7 kini menjadi yang paling populer, menggeser seri SU7.
Secara keseluruhan, Xiaomi membukukan laba CNY 6,1 miliar pada Q1 2026 dari pendapatan CNY 99,1 miliar.
>>> Vivo X300 FE vs Galaxy S26: Perbandingan Flagship Kompak Terbaik 2026
Angka ini turun signifikan 43,1% dibandingkan laba CNY 10,7 miliar pada Q1 2025 yang juga mencatat pendapatan lebih tinggi, yakni CNY 111,3 miliar.